Liputan6.com, Jakarta - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) berencana melakukan pembelian kembali saham atau buyback hingga Rp 3,5 triliun. Langkah tersebut akan diajukan kepada pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan berlangsung pada 18 Juni 2026.
Berdasarkan keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Senin (25/5/2026), usulan pembelian kembali saham tersebut menjadi salah satu rencana aksi korporasi yang disiapkan perseroan untuk periode 12 bulan ke depan.
Advertisement
Apabila mendapat persetujuan dari pemegang saham, program buyback akan berlangsung selama 12 bulan, mulai 19 Juni 2026 hingga 18 Juni 2027.
Manajemen GoTo menyebut terdapat beberapa tujuan utama di balik rencana pembelian kembali saham tersebut. Salah satunya untuk memberikan fleksibilitas lebih besar dalam pengelolaan modal perusahaan.
Perseroan juga berharap program tersebut dapat membuat pergerakan harga saham lebih mencerminkan nilai fundamental perusahaan.
"Melalui pembelian kembali saham, Perseroan berharap performa harga saham Perseroan dapat mencerminkan nilai fundamental yang sesungguhnya dari Perseroan," demikian keterangan manajemen GoTo.
Tergantung Pemegang Saham
Selain itu, buyback juga diharapkan mampu meningkatkan potensi pengembalian nilai bagi pemegang saham pada masa mendatang.
Meski demikian, perseroan menegaskan pelaksanaan program tersebut tetap bergantung pada persetujuan pemegang saham serta keputusan manajemen setelah mempertimbangkan berbagai kondisi bisnis yang masih terus dievaluasi.
GoTo menyebut saat ini perusahaan memiliki arus kas yang memadai untuk melaksanakan buyback. Namun perusahaan tetap akan menerapkan pendekatan yang disiplin dan berhati-hati dalam pengelolaan modal demi menjaga pertumbuhan jangka panjang.
Selain mengumumkan rencana baru, perusahaan juga mengungkapkan telah menjalankan program pembelian kembali saham sebelumnya. Hingga 31 Maret 2026, GoTo tercatat telah melakukan pembelian kembali sebanyak 37,44 miliar saham Seri A untuk periode 2024–2025 dan 2025–2026.