PLN Perlu 15 Jam Hidupkan Kembali PLTA di Sumatera usai Gangguan Listrik

PLN mengungkap proses menghidupkan kembali pembangkit listrik di Sumatera pascagangguan sistem tidak bisa dilakukan instan.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 23 Mei 2026, 12:45 WIB
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo (kanan) berdiskusi bersama salah satu petugas saat meninjau kesiapan kelistrikan. (Dok PLN)

Liputan6.com, Jakarta - PT PLN (Persero) mengungkap proses pemulihan sistem kelistrikan di Sumatera pascagangguan jaringan transmisi tidak dapat dilakukan secara instan. Sejumlah pembangkit membutuhkan waktu berjam-jam untuk dapat kembali beroperasi normal, termasuk pembangkit listrik yang menjadi tulang punggung pasokan energi di wilayah tersebut.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengatakan proses penyalaan pembangkit dilakukan secara bertahap dan sistematis dengan tetap memperhatikan keamanan sistem kelistrikan secara keseluruhan.

Menurut Darmawan, pembangkit dengan respons cepat seperti pembangkit berbasis hidro dan gas dapat langsung membantu menyuplai sistem untuk mempercepat proses pemulihan awal.

"Proses penyalaan pembangkit dilakukan secara sistematis dan bertahap dengan tetap mengutamakan keamanan sistem. Pembangkit berbasis hidro dan gas dapat langsung membantu menyuplai sistem sebagai fast response untuk mempercepat recovery awal," ujar Darmawan, Sabtu (23/5/2026).

Namun, ia menjelaskan tidak semua pembangkit bisa langsung beroperasi dalam waktu singkat. Pembangkit termal seperti PLTU membutuhkan proses yang lebih panjang mulai dari tahap penyalaan awal (start-up), sinkronisasi hingga beroperasi penuh.

"Sementara pembangkit thermal seperti PLTU membutuhkan waktu lebih lama, antara 15 hingga 20 jam mulai dari start-up, sinkron dan beroperasi penuh," katanya.

 

Picu Efek Domino

Warga di Desa Kerto Sari, Kecamatan Tanjung Sari, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung berkumpul di masjid menggunakan penerangan lilin akibat pemadaman listrik. (Istimewa).

Gangguan sistem sendiri bermula pada Jumat (22/52026) sekitar pukul 18.44 WIB akibat gangguan pada jaringan transmisi Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 275 kilovolt Muara Bungo-Sungai Rumbai di Jambi.

PLN menduga cuaca buruk menjadi penyebab awal gangguan yang kemudian berdampak pada sebagian sistem kelistrikan Sumatera.

"Gangguan pada ruas transmisi berdampak meluas pada sebagian sistem transmisi Sumatra, mengakibatkan penurunan frekuensi akibat beban berat pembangkit dan memicu efek domino gangguan di sejumlah wilayah," jelas Darmawan.

Meski demikian, PLN menyebut jaringan transmisi yang terdampak berhasil dipulihkan dalam waktu sekitar dua jam. Setelah itu, fokus beralih ke pemulihan pembangkit dan penyaluran listrik kepada pelanggan.

Hingga Sabtu (23/5) pukul 10.00 WIB, PLN mencatat lebih dari 8,3 juta pelanggan telah kembali menikmati aliran listrik dari total 13,1 juta pelanggan terdampak.

Selain itu, sebanyak 157 dari total 176 gardu induk terdampak juga telah kembali beroperasi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya