Liputan6.com, Gresik: Hingga Rabu (21/1) ini, jumlah korban tewas akibat ledakan di PT Petrowidada, Gresik, Jawa Timur, bertambah menjadi tiga orang. Korban terakhir terdata bernama Subiyanto. Lelaki itu juga ditemukan tewas terpanggang di lokasi ledakan, Selasa malam. Jenazah petugas operator tersebut dievakuasi setelah sejumlah petugas pemadam kebakaran bisa mendekat lokasi ledakan dari dekat. Menurut informasi, sedikitnya 400 karyawan tengah bekerja saat terjadi ledakan. Sementara kobaran api berhasil dipadamkan semalam, sekitar pukul 23.30 WIB.
Penemuan jasad Subiyanto melengkapi jumlah korban tewas akibat ledakan di perusahaan kimia tersebut. Sebelumnya diketahui, karyawan yang meregang nyawa lantaran ledakan itu adalah Direktur Operasional dan Produksi PT Petrowidada H.M. Samsi serta kepala Bagian Logistik setempat, Abdul Kohir [baca: Kebakaran di PT Petrowidada, Dua Tewas].
Sejauh ini jumlah korban yang menderita luka bakar pun tinggal 44 dari sedikitnya 70-an orang. Mereka dirawat di Rumah Sakit Petrokimia, RS Semen Gresik, dan RSUD dokter Soetomo, Surabaya.
Menurut rencana, siang ini, polisi dan petugas keamanan perusahaan bakal menyisir lokasi kejadian untuk mencari korban lainnya. Untuk sementara waktu, pihak perusahaan masih menunggu laporan dari para kerabat karyawan yang mungkin kehilangan anggota keluarganya.
Selain mengakibatkan korban jiwa, ledakan di PT Petrowidada juga membakar sedikitnya 100 sepeda motor dan kendaraan lain. Api yang ditimbulkan ikut menghanguskan tiga rumah yang berada di belakang lokasi pabrik.
Setelah sebelumnya diungsikan sementara, sejumlah warga Kampung Maduran di dekat pabrik pun sudah kembali ke rumah masing-masing [baca: Warga Dekat PT Petrowidada Kembali ke Rumah]. Mereka dipindahkan untuk menghindari kemungkinan racun yang ditimbulkan dari kebakaran perusahaan penghasil Phthalic Anhydride (bahan pelemas plastik) dan Maleic Anhydride (bahan kimia industri otomotif produksi polyester fiberglass) tersebut.(BMI/Tim Liputan 6 SCTV)
Penemuan jasad Subiyanto melengkapi jumlah korban tewas akibat ledakan di perusahaan kimia tersebut. Sebelumnya diketahui, karyawan yang meregang nyawa lantaran ledakan itu adalah Direktur Operasional dan Produksi PT Petrowidada H.M. Samsi serta kepala Bagian Logistik setempat, Abdul Kohir [baca: Kebakaran di PT Petrowidada, Dua Tewas].
Sejauh ini jumlah korban yang menderita luka bakar pun tinggal 44 dari sedikitnya 70-an orang. Mereka dirawat di Rumah Sakit Petrokimia, RS Semen Gresik, dan RSUD dokter Soetomo, Surabaya.
Menurut rencana, siang ini, polisi dan petugas keamanan perusahaan bakal menyisir lokasi kejadian untuk mencari korban lainnya. Untuk sementara waktu, pihak perusahaan masih menunggu laporan dari para kerabat karyawan yang mungkin kehilangan anggota keluarganya.
Selain mengakibatkan korban jiwa, ledakan di PT Petrowidada juga membakar sedikitnya 100 sepeda motor dan kendaraan lain. Api yang ditimbulkan ikut menghanguskan tiga rumah yang berada di belakang lokasi pabrik.
Setelah sebelumnya diungsikan sementara, sejumlah warga Kampung Maduran di dekat pabrik pun sudah kembali ke rumah masing-masing [baca: Warga Dekat PT Petrowidada Kembali ke Rumah]. Mereka dipindahkan untuk menghindari kemungkinan racun yang ditimbulkan dari kebakaran perusahaan penghasil Phthalic Anhydride (bahan pelemas plastik) dan Maleic Anhydride (bahan kimia industri otomotif produksi polyester fiberglass) tersebut.(BMI/Tim Liputan 6 SCTV)