Liputan6.com, Jakarta - Sinetron Istiqomah Cinta Episode Jumat 22 Mei mengisahkan, Emran yang selama ini bersembunyi di balik identitas Mister Soulmate mulai menjalankan permainan manipulasi psikologis yang semakin berbahaya. Ia sengaja meneror Fathan dengan menyuruh orang bayaran menyerang mobilnya menggunakan telur mentah. Akibat kejadian itu, Khansa akhirnya terpaksa pergi bekerja menggunakan ojek. Namun di saat yang sama, Emran justru menghubungi Oscar dan Khansa sambil berpura-pura mendukung hubungan mereka. Semua itu dilakukan agar Khansa curiga bahwa Oscar adalah dalang di balik berbagai teror yang terjadi, sehingga kebencian Khansa terhadap Oscar semakin besar.
Di tengah situasi yang makin rumit, Fathan merasa frustrasi karena keselamatan Khansa mulai terancam. Berkat saran dari Vionika, Fathan akhirnya memilih untuk berpura-pura mundur dan menjauh, meskipun diam-diam ia tetap mengawasi Khansa demi memastikan perempuan itu aman.
Advertisement
Sementara itu, Puspa yang terbakar rasa cemburu setelah mendengar ucapan Mister Soulmate mendesak Oscar agar segera menikahinya. Oscar pun berusaha mencari alasan untuk menunda dengan mengatakan bahwa mereka harus meminta restu Darto sebagai wali nikah. Dalam hatinya, Oscar berharap Darto dan Elva akan menolak hubungan tersebut.
Di sisi lain, penyelidikan kasus tabrak lari yang menewaskan Ibu Wina mulai menemukan titik terang. Tim forensik kepolisian berhasil melacak plat nomor kendaraan pelaku, yang ternyata terdaftar atas nama Dokter Akhsan. Polisi kemudian memanggil Emran sebagai saksi karena ia diketahui menggunakan mobil itu pada hari kejadian. Emran yang panik segera menelepon Khansa dan berpura-pura takut jika saat pemeriksaan ia tanpa sengaja membocorkan bahwa Funny adalah pelaku sebenarnya. Tanpa disadari Emran, Vionika yang berada tidak jauh dari lokasi ternyata mendengar seluruh percakapan tersebut.