Liputan6.com, Jakarta - Bank Rakyat Indonesia melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) menyerahkan bantuan satu unit ambulans kepada Pondok Pesantren Tahfidz Thoriqul Jannah di Desa Gamong, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Sabtu (9/5/2026). Bantuan tersebut diberikan untuk mendukung pelayanan sosial dan kesehatan bagi santri maupun masyarakat sekitar.
Suasana pondok pesantren tampak berbeda saat ambulans berwarna putih terparkir di halaman pondok dan menarik perhatian para santri serta warga yang hadir menyaksikan penyerahan bantuan tersebut. Kehadiran kendaraan layanan kesehatan itu menjadi harapan baru bagi masyarakat sekitar, terutama untuk membantu kebutuhan transportasi dalam kondisi darurat medis.
Advertisement
Selama ini, warga di sekitar Desa Gamong kerap mengalami kendala saat membutuhkan kendaraan cepat untuk membawa pasien menuju fasilitas kesehatan. Tidak sedikit warga yang harus menggunakan kendaraan seadanya ketika menghadapi situasi darurat.
Pimpinan Cabang BRI Kudus, Yudiarto mengatakan bantuan ambulans menjadi bukti bahwa BRI tidak hanya hadir di sektor perbankan, tetapi juga berupaya memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan lembaga keagamaan yang memiliki peran penting di lingkungan sekitar.
“Ini bentuk nyata kepedulian BRI kepada masyarakat dan lembaga keagamaan. Harapannya ambulans ini bisa membantu kebutuhan sosial dan kesehatan masyarakat sekitar,” ujarnya.
Proses Pengajuan Bantuan Ambulans
Lebih lanjut Pimpinan Cabang BRI Kudus, Yudiarto menjelaskan, bantuan ambulans tersebut diajukan melalui mekanisme proposal ke kantor pusat BRI. Setelah itu, pihak cabang melakukan survei lapangan untuk memastikan kebutuhan dan kelayakan bantuan sebelum akhirnya disetujui untuk direalisasikan.
“Semua bantuan melalui proses pengusulan. Setelah disurvei cabang dan dinilai layak, hasilnya dikirim ke pusat untuk mendapatkan persetujuan,” jelasnya.
Ambulans yang diserahkan menggunakan kendaraan Suzuki MPV yang telah dilengkapi berbagai fasilitas penanganan awal, seperti tempat tidur pasien, perlengkapan P3K, dan peralatan pendukung kebutuhan darurat medis lainnya.
Menurut Yudiarto, fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu penanganan awal bagi warga yang membutuhkan layanan kesehatan darurat sebelum dirujuk ke rumah sakit. Keberadaan ambulans di lingkungan pondok pesantren juga dinilai penting mengingat aktivitas santri yang berlangsung sepanjang hari dan tingginya kebutuhan layanan kesehatan di lingkungan sekitar.
Selain digunakan untuk kebutuhan pondok pesantren, ambulans tersebut juga akan dimanfaatkan masyarakat sekitar untuk kebutuhan medis maupun kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya.
Yudiarto berharap kendaraan ambulans itu dapat dirawat dengan baik agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Kami berharap ambulans ini dijaga dan dirawat supaya dapat digunakan secara terus-menerus untuk membantu masyarakat,” tambahnya.
Melalui program TJSL, BRI terus memperkuat kontribusi sosial di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga kegiatan keagamaan di Kabupaten Kudus. Bantuan ambulans untuk Pondok Pesantren Tahfidz Thoriqul Jannah menjadi salah satu bentuk nyata upaya menghadirkan pelayanan yang lebih dekat dan bermanfaat bagi masyarakat.