Liputan6.com, Kendal: Musibah angin topan yang oleh warga setempat disebut angin lesus di Desa Gempolsewu, Kendal, Jawa Tengah, masih menyisakan penderitaan bagi warga yang rumahnya rusak diterjang angin. Rukaniah adalah salah satunya. Saat angin lisus menyapu rumahnya, Jumat pekan silam, Rukaniah tinggal di rumah hanya bersama tiga anaknya yang masih kecil. Sedangkan sang suami Suyatno sedang merantau ke Bandung, Jawa Barat, berjualan bakso [baca: Korban Angin Topan di Kendal Masih Mengungsi].
Saat ditemui SCTV, baru-baru ini, Rukaniah menuturkan, saat gemuruh angin terdengar malam itu, ia dan anaknya panik. Apalagi setelah angin menyapu atap rumah. Ia bersyukur, genteng yang beterbangan tak satu pun yang menimpa anaknya.
Kini, rumah yang telah dibangunnya hanya menyisakan tiang dan bilik tanpa atap. Sejauh ini Rukaniah dan suaminya yang sudah pulang dari Bandung baru bisa memperbaiki rumah induk. Sebenarnya, Rukaniah masih khawatir menempati rumahnya karena khawatir kejadian serupa terulang.
Rukaniah dan korban lainnya berharap pemerintah setempat memberikan bantuan bahan bangunan. Namun, sejauh ini bantuan yang diharapkan tak kunjung tiba.(YYT/Teguh Hadi Prayitno dan Kukuh Ari Wibowo)
Saat ditemui SCTV, baru-baru ini, Rukaniah menuturkan, saat gemuruh angin terdengar malam itu, ia dan anaknya panik. Apalagi setelah angin menyapu atap rumah. Ia bersyukur, genteng yang beterbangan tak satu pun yang menimpa anaknya.
Kini, rumah yang telah dibangunnya hanya menyisakan tiang dan bilik tanpa atap. Sejauh ini Rukaniah dan suaminya yang sudah pulang dari Bandung baru bisa memperbaiki rumah induk. Sebenarnya, Rukaniah masih khawatir menempati rumahnya karena khawatir kejadian serupa terulang.
Rukaniah dan korban lainnya berharap pemerintah setempat memberikan bantuan bahan bangunan. Namun, sejauh ini bantuan yang diharapkan tak kunjung tiba.(YYT/Teguh Hadi Prayitno dan Kukuh Ari Wibowo)