Yogyakarta Coin A Chance!: Receh Enggak Remeh

Yogyakarta Coin A Chance! adalah sebuah gerakan kolektif. Dalam waktu 4 tahun berhasil membiayai sekolah 33 dari jenjang SD hingga SMK.

oleh Liputan6 diperbarui 19 Sep 2013, 10:20 WIB
Citizen6, Yogyakarta: Yogyakarta Coin A Chance! adalah sebuah gerakan kolektif. Apa artinya seorang inisiator tanpa pendukung ide? Tanpa pelaksana ide? Tanpa pengkritik ide? Tanpa pengkritik pelaksanaan? Beruntung, di Yogyakarta Coin A Chance! kami adalah keluarga. Beruntung, banyak orang yang punya misi sama dan mau bergerak bersama mewujudkan suatu karya dari sebuah ide. That’s what is called a movement.

Gerakan ini berawal dari Coin A Chance! Jakarta yang sudah berdiri terlebih dahulu hingga akhirnya dibawa dan diadaptasi menjadi gerakan Yogyakarta Coin A Chance! pada bulan April 2009. Prinsipnya simpel, berbagi itu mudah. Hanya dengan Rp. 100 kita bisa meniatkan itu untuk membantu pendidikan kota pelajar. Miris lho, mengetahui bahwa di Yogyakarta yang notabene kota pelajar ternyata masih banyak anak-anak yang tidak bisa sekolah karena kekurangan biaya.

Kami bermain dengan akumulasi jumlah. Rp. 100 kalau dikumpulkan 50 orang dalam sebulan maka akan menjadi Rp. 150 ribu dan per semester akan terkumpul Rp. 900 ribu. Jumlah yang tidak sedikit untuk membantu satu orang anak SD mengenyam pendidikan. Dalam waktu 4 tahun berhasil membiayai sekolah 33 adik asuh dari jenjang SD hingga SMK dengan setiap adik memiliki kakak pendamping masing-masing yang memantau perkembangan semangat belajar adik asuh. Kurang lebih 20 sekolah di Yogyakarta bekerja sama dengan komunitas ini untuk ikut turun tangan meratakan hak pendidikan bagi anak Indonesia.

Foto dok. Liputan6.com


Tidak hanya itu, Yogyakarta Coin A Chance! juga membuka "kelas mimpi" dan "kelas karya" yang rutin diadakan setiap tiga bulan sekali untuk memberi wawasan pada adik asuh bahwa "setiap anak harus berani bermimpi".

Komunitas adalah keluarga. Saat Yogyakarta Coin A Chance! memiliki kesempatan untuk sharing dengan Anies Baswedan, beliau mengatakan bahwa "Trust=(Kompetensi+Integrity+Kedekatan)–Self Interest". Berkaca dari perkembangan komunitas ini, semakin banyak trust yang didapat: donatur, volunteer, pihak sekolah, dropzone, media, dan masih banyak lagi. Berawal dari 2 menjadi 33 adik asuh, berawal dari 10 menjadi 50-an volunteer aktif, berawal dari 1 menjadi 8 donatur tetap. Semua proses. Proses memercayai. Benar kata Anies, Yogyakarta Coin A Chance! harus kompeten di bidangnya. Concern Yogyakarta Coin A Chance! adalah bidang pendidikan dengan movement simpel, receh. Integritas juga harus solid dan konsisten.

Foto dok. Liputan6.com


Foto dok. Liputan6.com


Banyak event yang rutin dilaksanakan Yogyakarta Coin A Chance!: coin dropping (penyerahan beasiswa ke sekolah adik asuh), coin collecting day (pengumpulan koin), kelas mimpi, kelas karya, voluntary building, piknik koin, dan pendampingan intensif ke adik asuh. Mengenai self interest, tidak mungkin self interest ada di titik nol karena semua orang pasti punya motivasinya masing-masing saat bergabung dengan Yogyakarta Coin A Chance!: cari jodoh, biar eksis, biar kenal sama si A, belajar organisasi, belajar jadi pemimpin, pengen punya peran, dan lain-lain. Tapi self interest itu tidak akan lebih besar dibanding community interest kita yaitu berbagi tanpa pamrih.

Kekuatan berbagi dari hal mudah itu nyata. Banyak pihak yang ikut berbagi dengan hal simpel. Yogyakarta Coin A Chance! berhasil menumbuhkan kepercayaan publik melalui gerakan-gerakan nyatanya yang konsisten di jalur pendidikan. Yogyakarta Coin A Chance! telah bekerja sama dengan berbagai media masa serta tempat-tempat strategis di Yogyakarta untuk menjadi dropzone (istilah untuk spot pengumpulan koin). Dulu, receh yang tekumpul dari Coin Collecting Day (acara pengumpulan koin yang diadakan sebulan sekali) bisa dapat Rp. 1 juta saja sudah sangat senang. Sejak tahun 2011, dana yang terkumpul dari masyarakat setiap Coin Collecting Day menjadi selalu di atas Rp. 2 juta. Dari komunitas ini, sebuah pembuktian terjadi, bahwa sebenarnya banyak orang yang peduli dan mau berbagi.

Yogyakarta Coin A Chance! bisa dihubungi di akun Twitter-nya @CACJogja atau melalui website www.coinforall.com. (Karlina Denistia/bnu)

Karlina Denistia adalah pewarta warga anggota komunitas Yogyakarta Coin A Chance! yang bisa dihubungi melalui akun Twitter @karlinakuning.

Anda juga bisa mengirimkan artikel disertai foto seputar kegiatan komunitas atau opini Anda tentang politik, kesehatan, keuangan, wisata, social media dan lainnya ke Citizen6@liputan6.com.

Mulai 10-20 September ini, Citizen6 mengadakan program menulis bertopik "Komunitasku Keren!". Ada merchandise eksklusif bagi 6 artikel terpilih. Syarat dan ketentuan bisa disimak di sini.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya