Sebanyak 32 tim berhak berpartisipasi di babak penyisihan grup Liga Champions musim ini. Ke-32 tim tersebut dibagi rata ke dalam delapan (8) grup, mulai Grup A, B, sampai H. Artinya, masing-masing grup terdiri dari empat tim (klub).
Agar kekuatan merata, dalam proses undian UEFA menetapkan pot atau unggulan, satu sampai empat, dimana masing-masing pot terdiri dari delapan klub. Hasilnya, di setiap grup bakal terdiri dari satu tim unggulan (pot) pertama, satu klub unggulan kedua, satu klub pot ketiga, dan satu klub dari unggulan keempat.
Biasanya, dalam pandangan publik, dua tim unggulan pertama dan kedua yang akan meraih dua tiket terbaik grup yang berhak melanjutkan partisipasinya di babak knock-out. Namun, panggung Liga Champions kerap menyajikan kejutan. Lalu, kira-kira di musim ini tim-tim manakah yang punya potensi untuk menjungkirbalikkan prediksi banyak kalangan? Berikut lima klub kuda hitam versi Independent.
1. Real Sociedad (Grup A)
Musim lalu Sociedad tampil mengejutkan di kancah La Liga. Di bawah arahan pelatih asal Prancis, Philippe Montanier, Erreala, sanggup menembus posisi empat besar alias tiket terakhir menuju babak kualifikasi. Meski ditinggalkan Montanier yang secara mengejutkan mundur dan bergabung dengan Rennes di musim panas lalu, Sociedad mampu menyingkirkan tim yang lebih berpengalaman di kancah Liga Champions: Olympique Lyonnais di fase play-off.
Faktor pelatih baru Jagoba Arrasate sangat menentukan langkah Sociedad. Meski ditinggalkan bintang mudanya Asier Illarramendi yang hengkang ke Real Madrid, Arrasate berhasil menjaga kekuatan klub dengan meramu Inigo Martinez, Antonione Griezmann dan Carlos Vela, plus muka baru Haris Serefovic. Bukan kejutan luar biasa jika Sociedad berhasil menempati peringkat dua besar di belakang Manchester United dan menyingkirkan dua tim yang lebih berpengalaman: Bayer Leverkusen dan Shakhtar Donetsk.
2. Galatasaray (Grup B)
Dengan tergabung dalam grup bersama-sama dua klub raksasa Eropa: Real Madrid dan Juventus, Galatasaray pantas dijadikan kandidat kuda hitam dan berpotensi membuat kejutan. Akan tetapi, hal itu perlu dilakukan dengan kerja keras dan dinaungi faktor dewi fortuna.
Dengan bermaterikan pemain sekaliber Wesley Sneijder ditambah duet striker Burak Yilmaz dan Didier Dorgba, tim asuhan Fatih Terim mempunyai kekuatan yang dapat merepotkan skuat Carlo Ancelotti dan Antonio Conte. Selain itu, Terim memiliki kartu as lainnya, yaitu bintang muda Portugal yang disebut-sebut “The New Cristiano Ronaldo”, yaitu Armindo Tue Na Bangna atau yang lebih dikenal dengan panggilan Bruma.
Advertisement