Indonesia patut berbangga dengan hasil bumi seperti rempah-rempah tradisional yang melimpah dan berkhasiat. Mulai dari kunir, temu lawak, hingga jahe semuanya bisa diolah menjadi minuman jamu tradisional yang menyehatkan.
Sayangnya, budaya minum jamu pada saat ini kian luntur. Padahal minuman ini adalah salah satu aset warisan nenek moyang yang harus dilestarikan.
Dalam tayangan Liputan 6 Pagi SCTV, Minggu (15/9/2013), melalui Festival Jamu Tradisional Internasional di Semarang, Jawa Tengah yang digelar pada Sabtu 14 September 2013, masyarakat diharapkan dapat kembali diperkenalkan dengan aneka minuman jamu yang menyehatkan.
Dalam festival ini tersaji beragam ramuan jamu. Mulai dari ramuan jamu untuk obat, ramuan jamu untuk kesehatan, serta ramuan jamu untuk kecantikan wanita. Aneka resep tradisional dari kunyit, temulawak, sambiloto, jahe merah, dan ratusan tanaman jamu lainya disajikan di festival ini.
Selain menyajikan jamu dengan cara tradisional, pada Festival Jamu Tradisional yang digelar selama 2 hari ini juga disajikan jamu dengan cara modern. Salah satunya dengan jus jamu dan kuliner dengan bahan dasar jamu.
Tak hanya dari dalam negeri, menariknya, festival juga ini diikuti oleh peserta dari Jepang dan Belanda. Nah, jika Anda juga tertarik mencicipi jamu tradisional, kegiatan ini masih berlangsung hingga 15 september 2013 di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. (Gen/Riz)
Sayangnya, budaya minum jamu pada saat ini kian luntur. Padahal minuman ini adalah salah satu aset warisan nenek moyang yang harus dilestarikan.
Dalam tayangan Liputan 6 Pagi SCTV, Minggu (15/9/2013), melalui Festival Jamu Tradisional Internasional di Semarang, Jawa Tengah yang digelar pada Sabtu 14 September 2013, masyarakat diharapkan dapat kembali diperkenalkan dengan aneka minuman jamu yang menyehatkan.
Dalam festival ini tersaji beragam ramuan jamu. Mulai dari ramuan jamu untuk obat, ramuan jamu untuk kesehatan, serta ramuan jamu untuk kecantikan wanita. Aneka resep tradisional dari kunyit, temulawak, sambiloto, jahe merah, dan ratusan tanaman jamu lainya disajikan di festival ini.
Selain menyajikan jamu dengan cara tradisional, pada Festival Jamu Tradisional yang digelar selama 2 hari ini juga disajikan jamu dengan cara modern. Salah satunya dengan jus jamu dan kuliner dengan bahan dasar jamu.
Tak hanya dari dalam negeri, menariknya, festival juga ini diikuti oleh peserta dari Jepang dan Belanda. Nah, jika Anda juga tertarik mencicipi jamu tradisional, kegiatan ini masih berlangsung hingga 15 september 2013 di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. (Gen/Riz)