Aktivis Global Sumud Flotilla Dipaksa Berlutut, Video Menteri Israel Tuai Amarah

Unggahan ini langsung memicu kemarahan sejumlah negara yang menilai perlakuan terhadap para aktivis melanggar prinsip kemanusiaan dan martabat sipil.

oleh Teddy Tri Setio BertyDiterbitkan 21 Mei 2026, 09:13 WIB
Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir menuai kecaman internasional setelah mengunggah video yang memperlihatkan perlakuan terhadap para aktivis Global Sumud Flotilla yang ditahan di Israel. (Dok. X/Itamar Ben-Gvir)

Liputan6.com, Tel Aviv - Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir menuai kecaman internasional setelah mengunggah video yang memperlihatkan perlakuan terhadap para aktivis Global Sumud Flotilla yang ditahan di Israel.

Dalam video yang beredar, sejumlah aktivis tampak berlutut dengan tangan terikat dan kepala menempel ke lantai. Rekaman itu diiringi lagu kebangsaan Israel serta diberi keterangan “Selamat datang di Israel” oleh Ben-Gvir.

Dilaporkan Al Jazeera, Rabu (20/5/2026), beberapa aktivis juga terlihat masih menggenggam paspor mereka saat berada dalam tahanan.

Unggahan tersebut langsung memicu kemarahan sejumlah negara yang menilai perlakuan terhadap para aktivis melanggar prinsip kemanusiaan dan martabat sipil.

Pemerintah Italia menjadi salah satu negara yang bereaksi keras. Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni menyebut tayangan tersebut tidak dapat diterima, terutama karena melibatkan warga negara Italia.

“Tidak dapat diterima bahwa para pengunjuk rasa ini diperlakukan dengan cara yang melanggar martabat manusia mereka,” ujar Meloni dalam pernyataannya di platform X.

Kecaman serupa datang dari Prancis. Menteri Luar Negeri Jean-Noel Barrot mendesak Israel segera membebaskan warga Prancis yang ditahan dan menyebut tindakan tersebut “tidak dapat diterima”.

Kanada juga mengambil langkah diplomatik dengan memanggil duta besar Israel. Menteri Luar Negeri Kanada Anita Anand menegaskan bahwa pemerintahnya memandang serius isu perlakuan terhadap warga sipil.

“Ini adalah masalah perlakuan manusiawi terhadap warga sipil, dan kami menanganinya dengan sangat mendesak,” kata Anand kepada wartawan.

 

Protes Lainnya

Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir. (Dok. AFP)

Belanda, Portugal, Spanyol, dan Irlandia turut menyampaikan protes resmi. Menteri Luar Negeri Belanda Tom Berendsen menilai perlakuan terhadap para tahanan telah melanggar nilai kemanusiaan.

Sementara itu, Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung mempertanyakan dasar hukum tindakan Israel terhadap kapal bantuan internasional tersebut. Ia menyebut operasi penahanan itu “sangat di luar batas”.

“Apakah itu wilayah teritorial Israel? Jika terjadi konflik, apakah mereka berhak menahan kapal negara ketiga?” ujar Lee.

Menurut laporan terbaru, sekitar 430 aktivis Global Sumud Flotilla ditangkap militer Israel saat menjalankan misi kemanusiaan menuju Gaza. Para aktivis kemudian dibawa ke Israel untuk menjalani proses penahanan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya