IHSG Diprediksi Lesu, Cermati Rekomendasi Saham Hari Ini 21 Mei 2026

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan bergerak di kisaran 6.148-6.635. Berikut rekomendasi saham-nya pada Kamis, (21/5/2026).

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 21 Mei 2026, 07:16 WIB
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melemah pada perdagangan saham Kamis, (21/5/2026). (YASUYOSHI CHIBA/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melemah pada perdagangan saham Kamis, (21/5/2026). IHSG hari ini akan bergerak di kisaran 6.148-6.179. Lalu bagaimana strategi rekomendasi saham-nya?

IHSG masih turun 0,82% ke 6.318 dan masih didominasi oleh tekanan jual pada perdagangan saham Rabu, 20 Mei 2026.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan,posisi pergerakan IHSG hari ini diprediksi masih berada bagian dari wave [v] dari wave A dari wave (2) pada label hitam.

“Cermati area koreksi pada rentang 6.148-6.179 dengan area penguatan terdekat di 6.401-6.514,” ujar dia.

Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 6.148,6.092 dan level resistance 6.459,6.635.

Rekomendasi Saham

Herditya memilih saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), dan PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA).

Rekomendasi Teknikal

1.PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) - Buy on Weakness

Saham AADI terkoreksi 0,91% ke 8.125 dan masih didominasi oleh tekanan jual, koreksinya pun sudah berada di bawah MA200. “Saat ini, posisi AADI diperkirakan membentuk bagian dari wave (v) dari wave [c] dari wave B,” ujar Herditya.

Buy on Weakness: 7.475-7.825

Target Price: 8.500, 9.125

Stoploss: below 7.350

 

2.PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) - Trading Buy

Saham AMRT terkoreksi 2,77% ke 1.405 dan disertai dengan munculnya tekanan jual. “Posisi AMRT saat ini diperkirakan berada pada bagian dari wave [iv] dari wave C dari wave (Y),” kata dia.

Trading Buy: 1.380-1.400

Target Price: 1.555, 1.635

Stoploss: below 1.355

 

 

Rekomendasi Teknikal Lainnya

Seorang pria melihat ponselnya di depan layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), yang anjlok signifikan selama pembukaan pasar, di gedung Bursa Efek Indonesia di Jakarta pada Rabu 13 Mei 2026. (BAY ISMOYO/AFP)

3.PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) - Buy on Weakness

Saham HRTA terkoreksi 0,46% ke 2.170 tetapi masih disertai dengan munculnya volume pembelian. “Kami memperkirakan, posisi HRTA saat ini berada pada bagian dari wave 3 dari wave (C),” ujar dia.

Buy on Weakness: 1.810-1.995

Target Price: 2.240, 2.370

Stoploss: below 1.755

 

4.PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) - Buy on Weakness

Saham MBMA terkoreksi 3,36% ke 460 dan masih didominasi oleh tekanan jual. “Kami perkirakan, posisi MBMA sedang berada pada bagian dari wave [iii] dari wave C,” kata dia.

Buy on Weakness: 406-432

Target Price: 478, 520

Stoploss: below 396

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Penutupan IHSG pada 20 Mei 2026

Karyawan melintasi layar pergerakan IHSG, Jakarta, Rabu (3/8/2022). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Rabu (3/08/2022), ditutup di level 7046,63. IHSG menguat 58,47 poin atau 0,0084 persen dari penutupan perdagangan sehari sebelumnya. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan saham Rabu, (20/5/2026). IHSG hari ini merosot di tengah sentimen suku bunga acuan atau BI Rate naik 0,50% atau 50 basis poin (bps).

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup melemah 0,82% menjadi 6.318,50. Indeks LQ45 turun 0,65% menjadi 630,67. Sebagian besar indeks saham acuan bervariasi.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, IHSG ditutup tekoreksi 0,82% setelah selama sesi pertama bergerak volatile di tengah pidato Presiden pada sidang paripurna.

“Di sisi lain nilai tukar Rupiah bergerak menguat di 17.700 terhadap dolar Amerika Serikat dan BI memutuskan menaikkan BI rate di 5,25% untuk menstabilkan nilai tukar Rupiah,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com.

 

Sektor Saham

Layar monitor menunjukkan pergerakan pasar saham di lantai Bursa Efek Indonesia menjelang aktivitas perdagangan, Jakarta pada Senin 9 Februari 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) balik ke level 8.000 pada penutupan perdagangan, Senin (9/2/2026). (BAY ISMOYO/AFP)

Pada perdagangan saham Rabu pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.459,56 dan level terendah 6.215,30. Sebanyak 483 saham melemah sehingga bebani IHSG. 208 saham menguat dan 125 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan saham 2.476.561 kali dengan volume perdagangan saham 41,1 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 22,4 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.646.

Dari 11 sektor saham, dua sektor saham  menguat yakni sektor saham keuangan bertambah 1,21% dan sektor saham infrastruktur menanjak 0,05%.

Sementara itu, sektor saham energi melemah 2,65%, sektor saham basic merosot 4,67%, sektor saham industri turun 1,27%, sektor saham consumer nonsiklikal tergelincir 0,24%, sektor saham consumer siklikal susut 2,06%.

Kemudian sektor saham kesehatan turun 0,27%, sektor saham properti terpangkas 0,83%, sektor saham teknologi susut 1,38% dan sektor saham transportasi melemah 4,22%.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya