Ical Tak Mau Pecah di Tengah Jalan

Yang terpenting menurut Ical, sang cawapres harus memiliki visi yang sama.

oleh Riski AdamDiterbitkan 12 September 2013, 18:23 WIB
Partai Golkar telah menetapkan ketua umumnya, Aburizal Bakrie, sebagai calon presiden yang akan diusung pada Pilpres 2014 mendatang. Namun hingga kini pria yang akrab disapa Ical itu belum juga membeber siapa tokoh yang bakal mendampinginya sebagai cawapres.

Namun Ical mengaku terbuka dalam memilih cawapresnya nanti. Siapapun tokoh, baik dari luar maupun internal Partai Golkar berpotensi untuk mendampinginya kelak melaju dalam Pilpres 2014. Yang terpenting menurutnya, sang cawapres harus memiliki visi yang sama.

"Yang pasti harus orang Indonesia dan mempunyai visi pembangunan yang sama. Kalau cawapres dan capres memiliki pandangan, seperti capresnya ingin membentuk negara kesejahteraan dan cawapresnya menginginkan negara liberal dan yang memiliki visi yang berbeda, maka akan pecah di tengah jalan," kata Ical di sela acara ARB Cup Silahturahmi Golf Tournament 2013 di Pondok Indah Golf Club, Jakarta, Kamis (12/9/2013).

"Cawapres belum dibahas dalam Rapimnas besok. Keputusannya diserahkan pada capres terkait kapan waktu pengumumannya dan siapa figurnya," ujarnya.

Ical menuturkan, dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Golkar ke-III di Bogor pada 2012 lalu, para peserta yang terdiri dari pengurus DPD tingkat I sepakat jika cawapres akan ditentukan sendiri oleh capres bersangkutan.

Pria berkacamata itu menegaskan, penetapan cawapres-nya akan diumumkan usai Pemilu Legislatif yang akan berlangsung 9 April 2014 mendatang. Sekaligus juga untuk melihat perolehan suara yang didapat oleh Partai Golkar di parlemen.

"Ya kita lihat dulu hasil pileg. Tapi kalau melihat dinamika negeri ini sepertinya figur lebih berpengaruh," pungkas Ical. (Ndy/Sss)

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya