Pemerintah Bangun Fondasi SDM Lewat Program CKG

Pemerintah dinilai perlu memperkuat keberlanjutan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di sekolah guna mendeteksi dini penyakit kronis pada anak.

oleh Tim NewsDiterbitkan 20 Mei 2026, 16:08 WIB
Salah satu siswa SMAN 6 Tangsel jalani pemeriksaan telinga saat CKG Sekolah pada Senin, 4 Agustus 2025. (Dok Benedikta Desideria/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI, Muhammad Qodari mengatakan intervensi medis sejak dini, melalui program cek kesehatan gratis (CKG) akan menjadi motor penggerak lahirnya generasi emas yang tangguh, produktif, dan mandiri.

“Melalui program ini, pemerintah tidak hanya menjaga kesehatan siswa. Ini juga membangun fondasi SDM yang lebih sehat, produktif, dan siap menghadapi masa depan,” ujar Qodari kepada wartawan, Rabu (20/5/2026).

BACA JUGA: Cek Kesehatan Gratis, Semua Umur!

Berdasarkan data program CKG Sekolah sepanjang tahun 2025, pemerintah menemukan tiga persoalan kesehatan terbesar pada siswa. Ketiganya mencakup masalah kebugaran sebanyak 60,69 persen, karies gigi 47,24 persen, dan anemia sebesar 27,49 persen.

Memasuki tahun 2026, terhitung sejak Januari hingga awal Mei, tercatat sebanyak 4.883.890 siswa telah menjalani skrining kesehatan yang tersebar di 45.596 sekolah di seluruh Indonesia.

Adapun untuk data terbaru tahun ini, program CKG kembali menemukan tiga masalah kesehatan dominan, yakni gigi berlubang sebesar 41,5 persen, peningkatan tekanan darah 22,1 persen, dan penumpukan kotoran telinga sebanyak 8,6 persen.

Langkah agresif pemerintah ini mendapat dukungan dari Pengamat Kebijakan Publik, Trubus Rahadiansyah. Menurut Trubus, program CKG di sekolah ini sudah sangat mendesak untuk digulirkan karena saat ini ditengarai banyak anak usia sekolah yang mulai terserang berbagai penyakit menular hingga penyakit kronis.

“Program ini mendesak karena ditengarai banyak anak-anak sekolah terkena penyakit yang sifatnya degeneratif. Selain itu juga ada penyakit-penyakit jenis menular, jadi penyakit-penyakit ini kan bisa dideteksi melalui CKG ini,” kata Trubus menganalisis ancaman kesehatan siswa.

Trubus menjelaskan, data hasil pemeriksaan massal ini nantinya bisa digunakan oleh pemerintah sebagai basis pemetaan sistematis untuk menentukan intervensi kebijakan yang lebih tepat sasaran. Selain itu, program ini dinilai efektif untuk mengedukasi para orang tua yang selama ini kurang memahami kondisi kesehatan anak mereka sendiri.

“Yang kedua, CKG di sini juga mengedukasi masyarakat untuk memahami pentingnya kesehatan. Ini berlaku juga untuk orang tua, karena enggak semua orang tua juga paham,” jelasnya.

Perkuat Fasilitas di Daerah 3T

Sejak diluncurkan, Pemerintah Kota Tangerang mencatat, ada lebih dari 85 ribu warganya yang telah memanfaatkan layanan Cek Kesehatan Gratis di Puskesmas.

Kendati dinilai sebagai langkah yang bagus, Trubus memberikan catatan agar pemerintah segera memperkuat pemerataan fasilitas kesehatan dan kesiapan tenaga medis di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).

Kolaborasi antara pusat dan daerah menjadi harga mati agar program ini tidak mandek di tengah jalan.

“Programnya menurut saya ini program yang bagus. Jadi program ini harus diperkuat, harus dibuat berkelanjutan,” pungkas Trubus menandaskan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya