Pijat Satu Ini Bukan Pakai Tangan Tapi Pakai Payudara Besar

Kristy Love dari Georgia menawarkan jasa pijat tambahan yang berbeda. Ia menggunakan payudaranya yang berukuran 48 NN untuk memijat kliennya

oleh Melly Febrida diperbarui 11 Sep 2013, 10:30 WIB
Seorang terapis pijat biasanya memijat menggunakan tangannya tapi Kristy Love dari Georgia menawarkan jasa pijat tambahan yang berbeda. Ia menggunakan payudaranya yang berukuran 48 NN untuk memijat kliennya.

Nama Love sebenarnya terinspirasi dari drama tahun 1970 `Get Christie Love`. Ia merupakan terapis pijat bersertifikat di Atlanta mengiklankan dirinya di websitenya. "CMT BBW spesialis menggosok tubuh di Atlanta dan dunia dengan hiburan dewasa BBW," begitu bunyi iklannya.

BBW itu merupakan singkatan dari Big, Beautiful Women. Semua klien wanita berusia 34 tahun itu bisa mendapatkan pijatan normal maupun sensual. Ia menyebut pijatan payudaranya itu dengan `happy man work`. Ia akan menggosokkan dada raksasanya di atas tubuh kliennya seharga US$ 300 per jam atau Rp 3,3 juta per jam.

Seperti dikutip HuffingtonPost, Rabu (11/9/2013), Love di websitenya mengklaim pijat payudaranya seharusnya membuat kliennya tetap fokus dan memberikan kesempatan untuk mengalami semua aspek alami.

Pelanggan Minta Topless

Sebenarnya, Love tak berniat menggunakan payudaranya dalam memijat. Namun, semua itu tiba-tiba terpikir ketika seorang pelanggan meminta yang `aneh`.

"Ketika saya selesai sekolah kecantikan, tak ada yang mau mempekerjakan saya. Saya wawancara tapi saya terus mendapatkan pertanyaan apakah saya bisa berdiri sepanjang hari," kata Love menurut Reveal.co.uk.

"Orang-orang beranggapan ukuran saya merugikan," ujarnya.

Ia pun memutuskan memberikan pijatan keluar rumahnya. Suatu ketika seorang pelanggan menanyakan apakah Love bisa topless. Awalnya ia tak senang, namun dari situlah mendapatkan ide.

"Pada awalnya, saya marah dan mengatakan saya tak memberikan pijat macam itu. Saya malu dengan tubuh saya karena begitu besar," katanya.

Love kemudian berpikir pijat payudara dan mengiklankannya di koran lokal. Sejak saat itulah, telepon mulai berdering.

Pijat payudara Love ternyata banyak peminatnya. Sehari saja ia bisa mengumpulkan US$ 1.300 atau Rp 14 juta dari hasil pijat payudara. Teknik pijat payudara Love juga bervariasi. Contohnya saja seperti meluncur ke tubuh di mana ia melumurkan tubuhnya dengan minyak dan meluncur di tubuh pelanggan.

Namun, beberapa pelanggan hanya ingin tertindih, suatu teknik yang dikatakan Love bukan tanpa risiko.

"Saya harus mengawasinya ketika menindih seseorang,

"Saya melihat kaki mereka dan jari-jari mereka untuk memastikan masih ada gerakan di sana dan mereka masih bernapas," ujarnya.

Cara memijat Love ternyata dianggap salah oleh terapis pijat lain, Michelle Rozzen. Ia mengatakan pijat payudara Love benar-benar tidak etis.

"Kristy menyediakan lebih kepada kenikmatan seksual dibanding pijatan, dan dianggap sebagai kegiatan yang tak pantas dan ilegal," ujar Rozzen.

"Di sekolah pijat kita tak diajarkan melakukan seperti apa yang dilakukan Kristy. Ini lebih dari tindakan seksual dan membuat terapis pijat profesional yang memberikan pijatan dengan tangan mendapat reputasi buruk," katanya.

(Mel/*)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya