Katedral Santo Yoseph, Gereja Tua di Hanoi

Bangunan Katedral Santo Yoseph tergolong yang paling megah di Hanoi. Gereja ini dibangun pada 1886 oleh para misionaris asal Spanyol yang telah menyebarkan agama Katholik di Vietnam sejak 1679.

oleh Liputan6Diterbitkan 25 Desember 2003, 07:36 WIB
Liputan6.com, Hanoi: Di tengah kuatnya pengaruh ajaran komunis, marxisme, dan leninisme, di Hanoi, Vietnam, kini terdapat sekitar 7.000 pemeluk agama Katholik. Sejarah perkembangan Katholik di Vietnam tak lepas dari keberadaan Gereja Katedral Santo Yoseph yang telah berumur lebih dari 100 tahun.

Mencari gereja Katholik di Kota Hanoi pun sangat mudah karena letaknya yang berada di kawasan strategis. Sedikitnya terdapat empat gereja di pusat kota Hanoi, yakni Gereja Santo Antonius Pandua, Santo Matius, Maria Immaculata, dan Katedral Santo Yoseph. Dua gereja lainnya berada di pinggiran kota.

Katedral Santo Yoseph adalah salah satu bangunan yang paling megah di Hanoi. Gereja ini dibangun pada 1886 oleh para misionaris asal Spanyol yang telah menyebarkan agama Katholik di Vietnam sejak 1679. Katedral Santo Yoseph yang berada di dekat Danau Hoan Kim dan Pagoda Ngoc Son, terdiri dari sebuah bangunan gereja tua dengan kondisi yang kurang terawat. Gereja ini berkapasitas sekitar 700 umat. Khusus Ahad, gereja ini menggelar misa lima kali, sejak pukul 06.00 hingga pukul 20.00.

Interior gereja dilengkapi dengan meubel dan ornamen kuno, hingga menjadikan Katedral ini layaknya sebuah museum. Menurut Koster Gereja Matthew Ham, setiap harinya sekitar 300 turis asing, terutama dari Prancis datang berkunjung. Yang membedakan Katedral Santo Yoseph dengan gareja lain di Hanoi adalah lonceng di dua menara gereja. Setiap 15 menit lonceng selalu berdentang secara otomatis. Di balkon yang terletak di atas pintu masuk, juga terhampar tempat koor berukuran 3 X 5 meter yang tidak akan ditemukan di gereja lainnya.(DEN/Jeremy Tetty dan Andi Patra)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya