Iran Bentuk Badan Baru untuk Kelola Selat Hormuz

Kebijakan Iran muncul di tengah meningkatnya ketegangan dengan AS.

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 20 Mei 2026, 10:59 WIB
Kapal-kapal berlayar melintasi Teluk Arab menuju Selat Hormuz saat matahari terbenam di Uni Emirat Arab, Senin (23/3/2026). (Dok. AP/File)

Liputan6.com, Teheran - Iran pada Senin (18/5/2026) mengumumkan pembentukan sebuah badan baru yang bertugas mengelola Selat Hormuz. Badan itu dinamakan Persian Gulf Strait Authority (PGSA).

 

Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran melalui platform media sosial X menyatakan bahwa otoritas baru itu akan memberikan pembaruan langsung mengenai operasi Selat Hormuz dan perkembangan terbaru.

Tidak ada rincian tambahan yang disampaikan mengenai struktur, kewenangan, maupun tanggung jawab badan baru tersebut.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur utama distribusi energi dunia yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman serta pasar internasional. Gangguan di kawasan tersebut telah memicu kekhawatiran terhadap pasokan minyak, bahan bakar, dan gas global sejak pecahnya perang Iran.

Ketua Komite Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran Ebrahim Azizi pada Sabtu (16/5) seperti dikutip dari kantor berita Anadolu mengatakan bahwa negaranya telah menyusun mekanisme untuk mengatur lalu lintas maritim melalui rute pelayaran tertentu di Selat Hormuz dan akan mengenakan biaya untuk layanan khusus yang diberikan.   

"Dalam proses ini, hanya kapal komersial dan pihak-pihak yang bekerja sama dengan Iran yang akan mendapatkan manfaat darinya," tulisnya di X.

Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari, yang memicu serangan balasan dari Teheran terhadap Israel serta sekutu-sekutu AS di kawasan Teluk, bersamaan dengan penutupan Selat Hormuz.

Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan, namun perundingan di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan yang bersifat permanen. Sejak 13 April, AS memberlakukan blokade laut yang menargetkan aktivitas pelayaran Iran di selat tersebut. 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya