Arsenal Juara Liga Inggris, 10 Momen Ini jadi Kunci Meriam London Akhiri Puasa 22 Tahun (Bagian 2)

Keberhasilan Arsenal juara Liga Inggris 2025/2026 dihiasi sederet momen krusial dan dramatis.

oleh Dimas Ramadhan WicaksanaDiterbitkan 20 Mei 2026, 11:30 WIB
Gelandang Arsenal, Declan Rice, berbicara kepada rekan-rekan setimnya dalam pertandingan leg kedua perempat final UEFA Champions League antara Arsenal dan Sporting CP di Emirates Stadium, London utara, pada 15 April 2026. (Adrian Dennis / AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Sederet momen menghiasi perjalanan Arsenal juara Liga Inggris. Meriam London menjadi yang terbaik setelah 22 tahun terus berada di bayang-bayang kegagalan.

Tim asuhan Mikel Arteta sukses mengunci gelar juara Liga Inggris 2025/2026 setelah bersaing sengit dengan Manchester City hingga pekan ke-37. Arsenal memastikannya secara dramatis usai The Citizens ditahan imbang 1-1 oleh AFC Bournemouth pada Rabu (20/5) dini hari WIB.

Kesuksesan ini membuat Arsenal berhasil mengakhiri puasa gelar yang dijalani selama 22 tahun. Terakhir kali Meriam London juara Liga Inggris adalah pada musim 2003/2004, saat mereka mencatatkannya dengan status Invicibles alias tak terkalahkan.

​Berdasarkan laporan Sky Sports, ada 10 momen paling krusial yang menjadi kunci di balik kesuksesan Arsenal mematahkan rekor buruk di Liga Inggris. Deretan momen itu menghiasi perjuangan Meriam London jadi juara musim ini.


6. Dongeng Remaja 16 Tahun Max Dowman di Goodison Park

Pada masa injury time atau pada menit ke-90+7, giliran Max Dowman mencatat nama di papan skor sekaligus mengukir sejarah sebagai pencetak gol termuda dalam sejarah Premier League. Tampak dalam foto, pemain Arsenal, Max Dowman (kiri) merayakan golnya selama pertandingan lanjutan Premier League musim 2025/2026 melawan Everton di Emirates Stadium, Inggris, Sabtu 14 Maret 2026 waktu setempat atau Minggu (15/3/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Kin Cheung)

Gelar juara sebuah tim sering kali ditentukan oleh pahlawan yang tidak terduga. Hal inilah yang terjadi saat Arsenal bertandang ke markas Everton, Goodison Park, di tengah badai cedera yang menimpa pilar utama mereka. 

Mikel Arteta kemudian terpaksa memanggil wonderkid berusia 16 tahun, Max Dowman, ke skuad utama. Masuk sebagai pemain pengganti di babak kedua saat skor masih imbang tanpa gol, Dowmna mencuri perhatian dengan mengirimkan umpan silang akurat yang diselesaikan oleh Viktor Gyokeres menjadi gol pada menit ke-89.

​Saat injury time, Dowman kembali mencuri perhatian. Dia mencatatkan sejarah sebagai pencetak gol termuda dalam sejarah Premier League setelah memanfaatkan blunder Everton saat sepak pojok di menit akhir.


​7. Declan Rice: Ini Belum Berakhir

Tampak Mikel Arteta dan Declan Rice dengan muka kecewa usai mengetahui Manchester City kembali juara Liga Inggris.

Perjuangan Arsenal menuju juara tidak lah sempurna. Mereka bahkan pernah ada di titik nyaris memupus mimpi juara, tepat sebulan lalu saat kalah 2-1 dari Manchester City di Etihad Stadium.

Tapi Declan Rice menolak menyerah. Dia terekam kamera video mengatakan kepada rekan-rekan setimnya di Arsenal bahwa persaingan "belum selesai", meskipun momentum tampaknya telah bergeser - dan momen itu mendapat pujian dari Pep Guardiola.

Sejak saat itu, Arsenal benar-benat bangkit. Meriam London memenangkan empat pertandingan liga berturut-turut tanpa kebobolan satu gol pun dan mencapai final Liga Champions dengan kemenangan di semifinal atas Atletico Madrid.

Lanjut Baca:

Momen Arsenal makin dramatis mendekati juara. Paling segar adalah 10 Mei 2026 saat Arsenal menghadapi tuan rumah West Ham. Lebih tepatnya di menit-menit akhir, di mana kemenangan 1-0 di depan mata Meriam London nyaris sirna. Tepatnya ketika Mateus Fernandez melepaskan tembakan keras yang tampaknya 99 persen akan menjadi gol. Namun, David Raya melakukan penyelamatan refleks yang luar biasa menggunakan ujung jarinya untuk menepis bola.  Penyelamatan heroik Raya tersebut menjaga keunggulan Arsenal hingga peluit panjang berbunyi. Tiga poin berhasil diselamatkan, dan aksi Raya ini langsung disebut para pandit sebagai "penyelamatan yang memenangkan gelar juara".

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya