Bursa Saham Asia Pasifik Berguguran, Faktor Ini Jadi Pemicu

Simak ulasan bursa saham Asia Pasifik dan Wall Street AS hari ini.

oleh Septian DenyDiterbitkan 20 Mei 2026, 08:15 WIB
Simak ulasan bursa saham Asia Pasifik dan Wall Street AS hari ini. (AP Photo/Eugene Hoshiko)

Liputan6.com, Jakarta - Pasar saham di kawasan Asia-Pasifik kompak melemah pada perdagangan hari Rabu (20/5/2026). Para investor global tampak bersikap defensif menghadapi kombinasi sentimen negatif dari lonjakan imbal hasil (yield) obligasi serta kembali memanasnya tensi geopolitik di Timur Tengah.

Dikutip dari CNBC, Rabu (20/5/2026), indeks saham Jepang, Nikkei 225 terpangkas 0,88%, sementara indeks Topix ikut melorot 0,75%. Di Korea Selatan, Kospi melemah 0,52%, sedangkan indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq anjlok dalam hingga 2,15%.

Indeks saham S&P/ASX 200 Australia ikut tergelincir 0,5%. Sedangkan di Hong Kong, kontrak berjangka Hang Seng berada di posisi 25.603, lebih rendah dari angka penutupan sebelumnya di level 25.797,85.

Kecemasan pasar memuncak setelah Presiden AS Donald Trump pada hari Selasa melontarkan pernyataan kontroversial bahwa dirinya sempat berada "satu jam lagi" menuju keputusan untuk menyerang Iran, sebelum akhirnya diyakinkan untuk menunda aksi militer tersebut selama beberapa hari ke depan.

Yield Obligasi AS Sentuh Level Tertinggi Sejak 2007

Di pasar pendapatan tetap, imbal hasil (yield) Treasury AS terus merangkak naik seiring langkah investor yang gencar melepas obligasi akibat kekhawatiran bahwa api inflasi global kembali menyala.

Yield obligasi jangka panjang bertenor 30 tahun sempat menyentuh posisi 5,197% di tengah sesi perdagangan—menandai level tertinggi sejak Juli 2007—sebelum akhirnya diperdagangkan turun tipis hampir 1 basis poin di level 5,174%.

 

Pergerakan Wall Street AS

Pedagang bekerja di New York Stock Exchange, New York, 10 Agustus 2022. (AP Photo/Seth Wenig, file)

Kelesuan di Asia ini mengekor penutupan Wall Street pada malam sebelumnya. Lonjakan imbal hasil obligasi dinilai mulai mengancam tren pasar bergairah (bullish market) di Amerika Serikat, yang menyebabkan indeks S&P 500 mencatatkan pelemahan selama tiga sesi berturut-turut.

Pada penutupan perdagangan semalam,  S&P 500 turun 0,67% ke posisi 7.353,61, Nasdaq Composite merosot 0,84% ke level 25.870,71. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average kehilangan 322,24 poin (0,65%) dan parkir di 49.363,88. 

Meskipun demikian, pada Rabu pagi ini kontrak berjangka (futures) saham AS terpantau sedikit merangkak naik. Kontrak berjangka S&P 500 menguat tipis 0,14%, Nasdaq 100 naik 0,25%, dan Dow Jones menguat 55 poin atau sekitar 0,11%. Pergerakan mini ini mengindikasikan pasar yang cenderung berhati-hati (wait and see) menanti perkembangan geopolitik berikutnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya