Liputan6.com, Semarang: Misteri kematian Yani Sopian, warga Dadapsari, Semarang, Jawa Tengah, yang tewas sebulan silam menemui titik terang. Baru-baru ini, jajaran Kepolisian Sektor Kota Semarang Utara membongkar kuburan korban yang juga dikenal seorang preman untuk memastikan penyebab kematiannya. Dari hasil otopsi diketahui, korban tewas karena pukulan di perut dan kepala.
Sebelumnya, kasus ini sempat gelap karena tak dilaporkan oleh keluarga korban ke polisi. Namun, setelah tetangga korban memberi informasi, baru polisi membekuk empat tersangka yaitu Topo, Sunardi, Ismail, dan Rakimin. Dalam pemeriksaan polisi, keempat tersangka mengaku membunuh karena jengkel dengan ulah korban yang suka memalak. Selain itu, salah seorang tersangka mengaku pernah diludahi korban. Yani sendiri ditemukan tewas pada 16 November silam di selokan Kampung Purwogondo, Semarang.(ORS/Yudi Sutomo)
Sebelumnya, kasus ini sempat gelap karena tak dilaporkan oleh keluarga korban ke polisi. Namun, setelah tetangga korban memberi informasi, baru polisi membekuk empat tersangka yaitu Topo, Sunardi, Ismail, dan Rakimin. Dalam pemeriksaan polisi, keempat tersangka mengaku membunuh karena jengkel dengan ulah korban yang suka memalak. Selain itu, salah seorang tersangka mengaku pernah diludahi korban. Yani sendiri ditemukan tewas pada 16 November silam di selokan Kampung Purwogondo, Semarang.(ORS/Yudi Sutomo)