Soroti Dunia Digital, Pendiri ESQ Sentil Bahaya Teknologi Tanpa Nilai

ESQ menegaskan untuk memperkuat pengembangan karakter berbasis spiritual di tengah pesatnya gempuran teknologi AI.

oleh Tim NewsDiterbitkan 18 Mei 2026, 12:45 WIB
Pendiri ESQ Group, Ary Ginanjar Agustian dalam peringatan ulang tahun ke-26 ESQ di Jakarta. (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Pendiri ESQ Group, Ary Ginanjar Agustian, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas perjalanan 26 tahun lembaga yang dipimpinnya. ESQ diklaim terus konsisten berkembang sebagai wadah pengembangan karakter yang memadukan nilai spiritual, emosional, dan intelektual.

Momentum hari jadi ini menjadi penanda penting bagi kiprah panjang lembaga tersebut dalam membangun sumber daya manusia di tanah air.

“Alhamdulillah, atas izin Allah SWT, perjalanan 26 tahun ESQ terus melangkah bersama jutaan hati yang percaya bahwa perubahan besar selalu dimulai dari dalam diri,” ujar Ary dalam peringatan ulang tahun ke-26 ESQ di Jakarta.

Selama lebih dari dua dekade, ESQ hadir bukan sekadar sebagai penyelenggara pelatihan karakter biasa. Lembaga ini bertransformasi menjadi ruang pembelajaran nilai dan pembentukan integritas bagi berbagai kalangan guna melahirkan insan yang berintegritas serta bermanfaat bagi sesama.

Ary pun menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh masyarakat, mitra, serta alumnus peserta yang telah memberikan kepercayaan dan dukungan sepanjang perjalanan ESQ.

“Terima kasih atas doa, kepercayaan, dan dukungan yang terus mengiringi setiap langkah perjalanan ini. Karena Anda, semangat untuk membangun SDM unggul berbasis IQ, EQ, dan SQ terus hidup dan menyebar hingga berbagai penjuru dunia,” tuturnya.

 

 

Pembelajaran Karakter

Memasuki usia baru ini, ESQ menegaskan komitmennya untuk terus membumikan pembelajaran karakter berbasis 7 Budi Utama, yakni Jujur, Tanggung Jawab, Visioner, Disiplin, Kerja Sama, Adil, dan Peduli.

Menariknya, Ary menyoroti bahwa di tengah perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI) yang melaju sangat cepat, manusia modern kini membutuhkan fondasi yang jauh lebih kuat dari sekadar kecerdasan intelektual.

“Dunia membutuhkan hati yang jernih, emosi yang matang, dan spiritualitas yang kokoh. Teknologi tanpa nilai bisa kehilangan arah, tetapi manusia yang memiliki spiritual quotient akan tetap memiliki kompas kehidupan,” tegas Ary mengingatkan tantangan masa depan.

Sebagai langkah konkret menghadapi tantangan zaman, ESQ tidak hanya berfokus pada lini training karakter. Lembaga ini juga melebarkan sayapnya dengan mengembangkan institusi pendidikan melalui UAG University demi mencetak generasi unggul yang adaptif, inovatif, namun tetap berakhlak.

Ke depan, ESQ memasang target tinggi untuk terus menjadi pusat lahirnya agen perubahan yang siap berkontribusi nyata bagi masa depan bangsa.

“Bersama, kita terus melangkah untuk Indonesia Emas 2045 dan Indonesia Atap Dunia 2085,” pungkas Ary penuh optimisme.

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya