Kylian Mbappe Merasa Terasing di Real Madrid, Vinicius Junior Dituding Jadi Pemicu

Kylian Mbappe dikabarkan merasa terasing di Real Madrid setelah muncul dugaan rivalitas internal dengan Vinicius Junior.

oleh Gia Yuda PradanaDiterbitkan 19 Mei 2026, 23:09 WIB
Pemain Real Madrid, Vinicius Junior, kanan, berjabat tangan dengan Kylian Mbappe setelah digantikan dalam pertandingan pembuka Liga Champions antara Olympiacos dan Real Madrid di pelabuhan Piraeus, dekat Athena, Yunani, Rabu, 26 November 2025. (Foto AP/Thanassis Stavrakis)

Liputan6.com, Jakarta - Kylian Mbappe kembali menjadi pembicaraan di lingkungan Real Madrid setelah muncul kabar mengenai situasi internal ruang ganti klub. Penyerang asal Prancis itu diklaim merasa tidak nyaman dengan kondisi yang terjadi sejak kedatangannya di Santiago Bernabeu.

Laporan dari program televisi Spanyol, El Chiringuito TV, mengungkap bahwa lingkaran terdekat Kylian Mbappe menuding Vinicius Junior berusaha menjadikan dirinya sebagai “tokoh antagonis” di dalam skuad. Situasi tersebut diyakini membuat hubungan kedua pemain mulai memanas.

Kylian Mbappe juga dikabarkan kecewa dengan perlakuan pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa, dalam beberapa pekan terakhir. Ketegangan itu semakin besar setelah berbagai kontroversi terus mengiringi perjalanan sang pemain musim ini.


Hubungan Mbappe dan Vinicius Memanas

Kylian Mbappe dari Real Madrid (tengah) mendapat ucapan selamat dari rekan-rekannya, Vinicius Junior (kanan) dan Aurelien Tchouameni, setelah mencetak gol dalam laga La Liga antara Real Oviedo dan Real Madrid di Stadion Carlos Tartiere, Oviedo, Spanyol, Minggu, 24 Agustus 2025. (AP Photo/Miguel Oses)

Kylian Mbappe sebelumnya menuai kritik usai melakukan perjalanan ke Italia saat menjalani masa pemulihan cedera, padahal perjalanan tersebut telah mendapatkan izin resmi dari pihak klub.

Kontroversi kembali muncul setelah Kylian Mbappe mengaku dirinya hanya menjadi “pilihan keempat di lini depan” era Arbeloa. Pernyataan itu memicu spekulasi mengenai hubungannya dengan staf pelatih.

Kini, perhatian tertuju pada relasi Mbappe dengan Vinicius Junior di ruang ganti Real Madrid. Kedua pemain dinilai tengah terlibat persaingan internal terkait pengaruh, citra, dan status kepemimpinan di dalam tim.

Menurut laporan tersebut, kubu Kylian Mbappe percaya Vinicius ingin mengalahkannya dalam persaingan tersebut. Mereka juga merasa citra Mbappe sengaja dibuat negatif, baik secara publik maupun internal.

Situasi itu membuat hubungan keduanya belum berada dalam kondisi ideal. Di sisi lain, atmosfer ruang ganti Real Madrid memang sudah rapuh setelah musim yang penuh kontroversi dan ketidakstabilan.


Mbappe Merasa Sendirian di Real Madrid

Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa (ke-2 kanan), dan Kylian Mbappe (ke-2 kiri) terlihat di pinggir lapangan selama pertandingan leg kedua perempat final Liga Champions 2025/2026 antara Bayern Munich dan Real Madrid di Munich, Jerman selatan, pada 15 April 2026. (AFP/Karl-Josef HILDENBRAND)

Kylian Mbappe dikabarkan belum memiliki kedekatan kuat dengan kelompok pemain tertentu di Real Madrid. Ia memilih menjaga jarak dan tidak membangun kubu khusus sejak pertama datang ke klub.

Keputusan tersebut justru membuat Mbappe merasa sendirian ketika menghadapi tekanan besar. Sang penyerang juga merasa tidak banyak rekan setim yang siap memberikan dukungan secara terbuka.

Walau begitu, Kylian Mbappe masih memiliki dukungan penting dari presiden klub, Florentino Perez. Faktor tersebut diyakini menjadi perlindungan terbesar bagi pemain berusia 27 tahun itu di tengah situasi sulit.

Kondisi internal Real Madrid kini diperkirakan bakal terus menjadi perhatian menjelang musim baru. Jika situasi tidak segera membaik, spekulasi mengenai hubungan Kylian Mbappe dan Vinicius Junior diprediksi semakin berkembang.

Sumber: Madrid Universal

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya