Tyson, Ali dan Rocky: Siapa yang Terbesar? [1]

Dunia tinju pro tak sekadar olahraga. Ada beragam kepentingan di dalamnya. Mike Tyson, Muhammad Ali, dan Rocky Marciano, siapa terbesar?

oleh Vincent Hakim Roosadhy diperbarui 04 Sep 2013, 13:22 WIB

Olahraga tinju merupakan hasil evolusi panjang wujud berkelahi sebagai insting tertua manusia dalam mempertahankan hidup dari berbagai ancaman yang membahayakan dirinya. Sejak pertarungan John L Sullivan versus Jim Corbett di New Orleans, Amerika Serikat 7 September 1892 silam yang menggunakan sarung tinju untuk pertamakalinya, tinju terus berkembang dan bukan lagi aktivitas kriminal. Bahkan, kini tinju tak sekadar olahraga bergensi, tapi telah mewujud menjadi industri hiburan yang mendatangkan uang.  Ada tiga sosok petinju kelas berat dunia yang telah melegenda, Rocky Marciano, Muhammad Ali, dan Mike Tyson. Siapakah yang terbesar? 

----------

Era tinju dunia kelas berat sesudah Mike Tyson bisa dibilang 'tak berbunyi' lagi. Sepi. Jagad tinju kelas berat dunia seolah berhenti berputar setelah memasuki masa milenium baru tahun 2000. Pertarungan tetap ada, namun geregetnya tak seperti atmosfir sebelumnya.  

Mike Tyson

Ramainya olahraga tinju kelas berat profesional dunia tak melulu berwajah sport, tapi juga membawa hawa panas industri yang dikemas dalam balutan entertainmen yang dari waktu ke waktu kian ciamik.

Gelegar laga tinju kelas berat dunia profesional mulai ramai tak sekadar sebagai tontonan olahraga, namun juga hiburan menggeliat di tahun 1950-an, lalu pada dasa warsa 1960-70an, dan di era 1980-90an. Sejumlah nama petinju kelas berat bermunculan dan benar-benar mampu mewarnai jamannya. Hanya ada sedikit sosok yang kemudian hidup bertumbuh melegenda dari masa ke masa.   
Rocky Marciano

Ada tiga nama besar petinju profesional kelas berat yang lahir dan mewakili jamannya. Rocky Marciano merepresentasikan sosok petinju top di era 1950-an. Sementara Muhammad Ali melejit tampil sangat menonjol di jaman 1960-70an. Satu dekade kemudian muncul si Raja KO Mike Tyson yang mampu menguasai atmosfir jamannya sebagai petinju paling ditakuti pada masa 1980-90an.

"I am the greatest"

Siapa yang paling besar di antara ketiga petinju legendaris dunia itu? Dari 3 legenda tinju sejagad tersebut, hanya Muhammad Ali seorang yang berani terang-terangan dan penuh percaya diri mengatakan dan kerap melontarkan kata-kata, "I am the greatest!"  

Bagi para pecinta dan penikmat tinju yang sempat mengalami jaman keemasan Muhammad Ali berlaga di atas ring, tak heran lagi dengan sesumbarnya: "I am the greatest" itu.

Muhammad Ali ketika itu memang dijuluki oleh publik dan media massa sebagai Si Mulut Besar. Komentar-komentar Ali sebelum dan sesudah merobohkan lawan-lawannya kerap kali membuat sewot para pendukungnya.    

Tak hanya itu. Perilaku Cassius Clay nama aslinya sebelum menjadi muslim, di luar ring tinju juga membuat publik Amerika Serikat khususnya dan masyarakat dunia jadi terpancing untuk berspekulasi secara politis. Suasana sosial politik di AS ketika itu sangat rentan dengan isu SARA terutama terkait masalah ras dan keagamaan. Clay petinju 22 tahun berkulit hitam itu muncul dalam situasi sentimen tersebut. Suasana kian 'menghangat' ketika Clay mampu merobohkan petarung tangguh terkenal Sonny Liston pada 25 Februari 1964 di Miami. Publik pun benar-benar terhenyak.
Muhammad Ali

'Ketegangan' ketika itu masih belum usai. Setidaknya ada dua hal besar yang membuat Clay langsung jadi perhatian masyarakat AS dan dunia.

Pertama ketika Cassius Marcellus Clay Jr mengumumkan dirinya masuk Islam dan mengganti namanya menjadi Muhammad Ali sepekan setelah merobohkan Liston. Sang petinju ini pun kemudian mengumumkan masuk menjadi anggota organisasi Nation of Islam.

Publik Amerika rasanya masih terkaget-kaget dengan munculnya bintang baru Muhammad Ali. Tiba-tiba muncul lagi pernyataan Ali yang tak kalah menggelegar. Tiga tahun setelah merebut gelar juara pada 1967, publik mendengar Ali secara terang-terangan menolak ikut wajib militer. Situasi politik Amerika Serikat pada waktu itu masih disibukkan dengan pengiriman pasukan ke kawasan Vietnam.

Hanya itukah ulah Muhammad Ali? Tentu saja tidak. Bagaimana dengan ulah legenda pendahulunya Rocky Marciano dan legenda termuda Mike Tyson? Bagaimana sepak terjang mereka di atas ring? Ikuti kisah selanjutnya: Tyson, Ali, dan Rocky - Siapa yang Terbesar?

Baca juga:
* Gara-gara Ba, Arsenal Marah Besar kepada Chelsea
* Soal Oezil, Spurs Marah Besar
* Wesley Sneijder Lecehkan Liverpool
* 6 Transfer Pemain yang Gagal Terwujud
* MU Resmi Dapatkan Pemain Berbakat FC Zurich
* Galatasaray Bajak `Ronaldo Baru`dari Chelsea
* Deretan Pemain dengan Transfer Termahal: Jaminan Gelar Juara!
* Mike Tyson: Aku Benar-Benar Sudah Melarat. Bangkrut!

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya