Liputan6.com, Jakarta: Sejumlah ulama dan habib dari beberapa daerah mendatangi Majelis Ulama Indonesia di Jakarta, baru-baru ini. Mereka meminta lembaga itu menyikapi kebijakan pemerintah dalam menangani kasus makar Ketua Front Kedaulatan Maluku Alex Manuputti dan Abu Bakar Ba`asyir. Para ulama dan habib juga meminta meminta MUI menyuarakan aspirasi mereka dengan memprotes Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia. Menurut para ulama dan habib, kebijakan pemerintah dalam menangani kasus yang diduga dilakukan kedua orang itu tidak adil.
Kepada wartawan, para ulama dan habib mengungkapkan bahwa mereka juga mempertanyakan sikap pemerintah yang mengizinkan Ketua FKM Alex Manuputti keluar negeri meski yang bersangkutan telah divonis empat tahun penjara karena kasus makar. Sedangkan pemimpin Majelis Mujahidin Indonesia Abu Bakar Ba`ayir yang divonis tiga tahun penjara dalam kasus pemalsuan dokumen dan pelanggaran keimigrasian hingga kini tak diizinkan keluar dari Lembaga Pemasyarakatan Salemba, Jakarta Pusat.
Awal Desember silam, Mujahidin Surakarta pernah berdemonstrasi menuntut pemerintah bersikap adil atas Ba`asyir yang diyakini tak terlibat makar, namun mendekam di penjara. Beberapa demonstran terlihat membawa spanduk dan kertas bertuliskan kecaman terhadap pemerintah atas kasus Ba`asyir [baca: Soal Ba`asyir, Mujahidin Surakarta Mendesak Pemerintah Adil].(SID/Nina Bahri dan Hendro Wahyudi)
Kepada wartawan, para ulama dan habib mengungkapkan bahwa mereka juga mempertanyakan sikap pemerintah yang mengizinkan Ketua FKM Alex Manuputti keluar negeri meski yang bersangkutan telah divonis empat tahun penjara karena kasus makar. Sedangkan pemimpin Majelis Mujahidin Indonesia Abu Bakar Ba`ayir yang divonis tiga tahun penjara dalam kasus pemalsuan dokumen dan pelanggaran keimigrasian hingga kini tak diizinkan keluar dari Lembaga Pemasyarakatan Salemba, Jakarta Pusat.
Awal Desember silam, Mujahidin Surakarta pernah berdemonstrasi menuntut pemerintah bersikap adil atas Ba`asyir yang diyakini tak terlibat makar, namun mendekam di penjara. Beberapa demonstran terlihat membawa spanduk dan kertas bertuliskan kecaman terhadap pemerintah atas kasus Ba`asyir [baca: Soal Ba`asyir, Mujahidin Surakarta Mendesak Pemerintah Adil].(SID/Nina Bahri dan Hendro Wahyudi)