PNBP Mineral dan Batu Bara Tembus Rp 55 Triliun di Mei 2026

Realisasi PNBP sektor minerba terus menunjukkan tren positif hingga pertengahan Mei 2026.

oleh Maulandy Rizky Bayu KencanaDiterbitkan 19 Mei 2026, 14:00 WIB
Aktivitas pekerja saat mengolah batu bara di Pelabuham KCN Marunda, Jakarta, Minggu (27/10/2019). Berdasarkan data ICE Newcastle, ekspor batu bara Indonesia menurun drastis 33,24 persen atau mencapai 5,33 juta ton dibandingkan pekan sebelumnya 7,989 ton. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta - Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan, realisasi Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) minerba mencapai Rp 49,95 triliun selama periode Januari-April 2026.

Dirjen Minerba Kementerian ESDM Tri Winarno menyampaikan, pemasukan negara dari sektor pertambangan mineral dan batu bara bahkan telah mencapai Rp 55 triliun hingga pertengahan Mei ini.

"Dari sisi PNBP, realisasi Ditjen Minerba pada saat ini dari periode Januari-April 2026 mencapai Rp 48,95 triliun. Sebetulnya kalau ditarik sampai 15 Mei mencapai Rp 55 triliun," ujar Tri dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR RI, Selasa (19/5/2026).

Adapun PNBP minerba selama Januari-April 2026 terhitung lebih besar 6,21 persen ketimbang pemasukan pada periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp 46,09 triliun.

"Dan secara tahunan terdapat kenaikan 6,21 persen. Dari sisi target tahun 2026 sudah mencapai jumlah yang meningkat dibanding tahun 2025," imbuh Tri.

Ditjen Minerba sendiri target realisasi PNBP pada sepanjang tahun ini mencapai Rp 133,93 triliun. Naik 7,36 persen dari target di 2025 sebesar Rp 124,75 triliun.

Secara realisasi, PNBP minerba per Januari 2026 adalah sekitar Rp 11,18 triliun. Turun menjadi Rp 9,97 triliun pada Februari 2026, namun kembali naik jadi Rp 12,01 triliun per Maret 2026, dan Rp 15,79 triliun April 2026.

 

Purbaya Temui Bahlil

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia usai pelantikan pejabat Kementerian ESDM, Rabu (6/5/2026). Bahlil menjabarkan mengenai rencana penggunaan CNG. (Liputan6.com/Christian)

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa telah menjumpai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta pada Rabu (13/5/2026) pagi.

Mengutip video yang disiarkan oleh akun Instagram @melangkahdaritimur.id, Bahlil mengatakan bahwa dirinya bersama Purbaya berupaya untuk saling berkolaborasi dalam mendongkrak penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari sektor energi.

"Saya bersama Pak Menteri Keuangan, kali ini akan pembahasan sinkronisasi program. Di dalamnya adalah bagaimana meningkatkan PNBP, tapi juga adalah bagaimana bisa mewujudkan program swasembada energi dan listrik desa," ujarnya.

 

Melaju di Satu Gerbong

Bahlil pun berujar, pihaknya berada satu gerbong dengan Kementerian Keuangan untuk memperkuat tata kelola penerimaan negara.

"Satu hal bahwa saya bersama Pak Menteri Keuangan ini satu tim yang baik dalam rangka mengembangkan penataan kembali terhadap potensi pendapatan negara di sektor ESDM," ungkap dia.

Menimpali pernyataan tersebut, Purbaya mendukung penuh upaya Bahlil dan Kementerian ESDM dalam menggenjot pendapatan negara.

"Pada dasarnya, setiap upaya Pak Menteri ESDM untuk meningkatkan pendapatan, akan saya dukung, karena saya untung," kata Purbaya sembari tertawa kecil.

 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya