Ribuan Warga Eropa Kecam Aksi Israel Serbu Armada Global Sumud Flotilla

Aksi demo dan kecaman ini tersebar di sejumlah negara Eropa, mulai dari Italia hingga Yunani.

oleh Teddy Tri Setio BertyDiterbitkan 19 Mei 2026, 13:05 WIB
Saat ini, ada lebih dari 1,5 juta warga Palestina tinggal di tenda-tenda darurat dalam kondisi serba kekurangan di tengah kehancuran luas serta ancaman musim dingin. Tampak foto udara menunjukkan ribuan orang yang berdemonstrasi menunjukkan solidaritas mereka dengan rakyat Palestina di tengah perang yang sedang berlangsung antara Israel dan kelompok Hamas di wilayah Gaza, di Jembatan Galata, Istanbul, Turki pada 1 Januari 2026. (Yasin AKGUL/AFP)

Liputan6.com, Roma - Ribuan warga turun ke jalan di Italia, Yunani dan sejumlah negara Eropa lainnya pada Senin (18/5/2026) untuk memprotes tindakan Israel terhadap Armada Global Sumud.

Ini merupakan misi bantuan internasional yang berupaya menembus blokade Gaza dan menyalurkan bantuan kemanusiaan ke wilayah Palestina tersebut.

Di Italia, aksi demonstrasi berlangsung di Roma dan sejumlah kota lain bersamaan dengan pemogokan umum nasional yang digelar serikat pekerja dan kelompok masyarakat sipil dengan slogan "Kami Memblokir Semuanya", demikian dikutip dari laman Anadolu Agency, Selasa (19/5).

Aksi tersebut tidak hanya menyoroti serangan terhadap armada bantuan, tetapi juga memprotes kenaikan biaya hidup, kebijakan militer pemerintah, serta pengeluaran pertahanan yang dinilai lebih besar dibanding sektor kesehatan dan pendidikan.

Di Roma, ribuan demonstran berkumpul di Piazza dei Cinquecento sambil membawa bendera Palestina dan spanduk dukungan terhadap Armada Global Sumud. Massa kemudian bergerak menuju Piazza San Giovanni sambil meneriakkan slogan pro-Palestina dan menyerukan penghentian hubungan dengan Israel.

Demonstrasi serupa juga digelar di Milan, Napoli, dan Turin dengan jumlah peserta mencapai ribuan orang.

Sementara itu di Yunani, ratusan demonstran berkumpul di depan gedung Kementerian Luar Negeri di Athena untuk mengecam tindakan Israel terhadap kapal-kapal bantuan yang tergabung dalam Armada Global Sumud.

 

Pembebasan Aktivis

Untuk diketahui, Pelabuhan Barcelona, Spanyol, merupakan satu dari empat titik kumpul ribuan relawan dan aktivis GSF untuk memulai misi pelayaran kemanusian menembus blokade Gaza tahun ini. Tampak dalam foto, kapal-kapal yang membawa aktivis dan bantuan kemanusiaan untuk warga Palestina di Gaza bermanuver di pelabuhan selama acara pelepasan simbolis sebagai bagian dari Global Sumud Flotilla, di Barcelona, Spanyol, Minggu, 12 April 2026. (AP Photo/Joan Mateu Parra)

Para pengunjuk rasa menuntut pembebasan para aktivis yang ditahan dan membawa spanduk bertuliskan “Jangan Sentuh Palestina”. Mereka juga mengibarkan bendera Palestina dan menyerukan dukungan terhadap kebebasan Palestina.

Sebelumnya pada Senin, militer Israel mencegat armada bantuan tersebut di perairan internasional dan menahan sekitar 100 aktivis yang ikut dalam misi kemanusiaan menuju Gaza.

Armada Global Sumud terdiri dari lebih dari 50 kapal yang berlayar dari Marmaris, Turki, pada Kamis lalu dalam upaya terbaru menembus blokade Israel terhadap Gaza yang telah berlangsung sejak 2007.

Penyelenggara menyebut misi itu melibatkan 426 peserta dari 40 negara, termasuk Indonesia, Turki, Jerman, Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Kanada, Mesir, Pakistan, dan Afrika Selatan.

Sebelumnya, pada 29 April lalu, armada bantuan yang sama juga dilaporkan diserang Israel di lepas pantai Pulau Kreta, Yunani.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya