<i>Busway</i> Akan Dioperasikan Januari 2004

Pemprov DKI Jakarta akan mengoperasikan busway mulai Januari 2004. Pembangunan sarana transportasi yang menelan dana Rp 117 miliar itu akan melewati rute Blok M-Jakarta Kota.

oleh Liputan6Diterbitkan 06 Desember 2003, 14:59 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Kemacetan lalu lintas di Ibu Kota, khususnya di sepanjang jalur utama Kota Jakarta sebentar lagi mungkin bakal teratasi. Pasalnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mengoperasikan model sarana transportasi yang disebut busway mulai Januari 2004. Model hasil studi banding di berbagai negara, seperti Hongkong, Kolumbia, dan Ekuador ini diharapkan akan mengubah pola ketertiban transportasi yang selama ini tak menunjukkan perbaikan kedisiplinan. Demikian dikemukakan Asisten Pembangunan Pemprov DKI Irzal Jamal, baru-baru ini.

Menurut Irzal, untuk sementara proyek yang bernilai Rp 117 miliar akan melayani rute Blok M-Jakarta Kota. Trayek sepanjang 12,9 kilometer lebih ini melewati lajur khusus di sisi kiri dan kanan jalur hijau. Di sepanjang trayek ini juga akan dibangun 20 halte bus, jembatan penyeberangan. Nantinya, Irzal menambahkan, sedikitnya 56 unit bus berkapasitas 85 penumpang tengah dipersiapkan untuk melayani jalur tersebut. Armada itu dioperasikan oleh gabungan dari operator bus swasta anggota organisasi angkutan darat yang selama ini melayani trayek tersebut. Ini dilakukan lantaran trayek-trayek bus umum yang lama akan dihapus.

Di sisi lain, untuk menghindari kemacetan dan tumpang tindih dengan angkutan yang lain, Irzal menjelaskan, Pemprov DKI menerapkan tiga pola perubahan lalu lintas. Pola ini akan mengatur arus kendaraan yang masuk ke kawasan jalan-jalan protokol dan jalur busway agar tak menumpuk pada jam-jam tertentu.

Berbicara pada masa mendatang, Irzal mengungkapkan, jika proyek percontohan busway Blok M-Jakarta Kota berhasil, Pemprov DKI akan membangun trayek busway Pulogadung, Harmoni hingga Grogol. Sejatinya, Kota Jakarta yang berpenduduk kurang lebih 10 juta jiwa ini memang membutuhkan transportasi yang murah, efisien, dan tertib. Ini dilakukan sebelum kemacetan dahsyat akan terjadi.

Di lain pihak, pembangunan busway masih menimbulkan pro dan kontra di kalangan warga Jakarta. Pasalnya, buruknya sarana transportasi umum yang ada, membuat sebagian warga pesimistis akan pembangunan proyek tersebut. Tak heran, jika mereka lebih suka tetap memilih menggunakan kendaraan pribadi untuk keperluan sehari-hari. Kalau begitu, kemacetan yang menjadi ciri khas kota besar akan tetap terjadi [baca: Pelayanan Umum di Jalan Jakarta Masih Payah].(ORS/Fransambudi dan Anto Susanto)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya