Liputan6.com, Jakarta - Peselancar longboard putri Indonesia Dhea Natasya mencatat sejarah dengan menjuarai World Surf League (WSL) Longboard Qualifying Series (LQS) 1000 Hamamatsu Open 2026 di Jepang, Minggu (17/5/2026).
Capaian tersebut membantunya mengumpulkan poin tertinggi dan resmi melangkah menuju World Surf League Longboard Tour, kompetisi yang hanya diikuti oleh 24 atlet perempuan terbaik dunia.
Advertisement
Dhea pun menjadi perempuan keempat di Asia dan pertama dari Indonesia yang berhasil menembus panggung tertinggi surfing profesional dunia, sebuah level kompetisi yang setara dengan MotoGP atau Formula 1 dalam dunia balap.
“Saya berharap perjalanan ini bukan hanya untuk diri saya sendiri, tetapi juga bisa memberi semangat bagi lebih banyak perempuan Indonesia untuk berani bermimpi lebih besar,” ujar Dhea Natasya, yang mendapat dukungan dari Yummy.
Pada pertandingan final di Pantai Nakatajima, Hamamatsu, Dhea mendulang total 15,87 poin dari dua ombak terbaik untuk memiliki angka tertinggi. Dia juga mengukir nilai terbaik kompetisi untuk ombak tunggal yakni 8,67 poin.
Torehan miliknya lebih baik dari dua peselancar putri Jepang Hiroki Yoshikawa dan Yamaguchi Hana.
Prestasi Dhea Natasya
Prestasi ini memperpanjang daftar prestasi Dhea di panggung olahraga. Dia juga berjaya pada WSL Longboard Qualifying Series Siheung Korea Open yang berlangsung Juli 2025.
Dhea turut meraih medali emas longboard putri SEA Games Filipina 2019. Pada PON Aceh-Sumatera Utara 2024, Dhea merebut emas nomor longboard dan perak shortboard.