Kanibal Jerman Mulai Disidang

"Sumanto"-nya orang Jerman ini memperoleh korban dengan memasang iklan di internet. Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Prancis Selatan menewaskan sedikitnya tiga orang.

oleh Liputan6Diterbitkan 04 Desember 2003, 01:12 WIB
Liputan6.com, Kessel: Armin Meiwes, warga Jerman yang ditangkap karena gemar memakan daging manusia mulai disidang di pengadilan Kota Kessel, Jerman, baru-baru ini. Lelaki bertubuh kurus itu mengaku mulai tertarik menjadi kanibal sejak berusia 12 tahun. Penyidik kasus tersebut menyimpulkan Meiwes sakit jiwa. Namun pengacaranya menegaskan, lelaki berusia 41 tahun itu normal. Dia memakan daging manusia semata-mata karena korbannyalah yang meminta dimakan hidup-hidup.

Meiwes ditangkap pada Desember 2002. Kasus ini benar-benar menggemparkan publik Jerman karena baru pertama kali terjadi di sana. Tragisnya, Meiwes mengaku tak pernah membunuh dan memakan daging korban dengan paksaan. Dia memasang iklan di internet yang berisi penawaran kalau-kalau ada orang yang bersedia dibantai untuk kemudian dagingnya dimakan. Syaratnya, relawan harus berjenis kelamin pria, bertubuh kurus tapi sehat, dan berambut blonde.

Seorang korban bernama Bernd-Jurgen Brandes, 43 tahun, menanggapi iklan Meiwes pada Maret 2001. Menurut tersangka, dia kemudian mengajak Brandes ke rumahnya di Rotenburg. Di tempat itu, Meiwes atas persetujuan Brandes, kemudian memotong penis korban. Alat vital itu lantas disajikan untuk dimakan bersama. Setelah itu, barulah Meiwes menusuk-nusuk leher korban, membedah tubuhnya, untuk kemudian memakannya.

Sementara itu dilaporkan, banjir masih melanda sejumlah kawasan di Prancis selatan. Wilayah Charlieu, Avignon, dan Marseille adalah tiga kawasan yang paling parah. Jumlah warga yang mengungsi pun terus meningkat. Banjir tak hanya membuat warga mengungsi, tetapi juga meminta korban tewas. Hingga kemarin, korban tewas telah mencapai lima orang.

Petugas penyelamat yang diterjunkan untuk menolong para korban banjir harus bekerja keras. Mereka dibantu warga sipil serta militer mengevakuasi warga yang mencapai ribuan orang. Banjir itu pun menyebabkan jalan raya di banyak tempat seolah berubah menjadi jebakan, yang sewaktu waktu dapat menenggelamkan pengendara yang tak hapal rute. Tak hanya jalan-jalan raya, beberapa ruas jalan kecil juga terendam air.

Presiden Prancis Jacques Chirac menyempatkan diri mengunjungi salah satu lokasi banjir di Kota Valabre. Pemerintah Prancis telah menyisihkan dana 12 juta euro untuk bantuan korban banjir. Dan mendeklarasikan Kota Marseille saat ini sebagai wilayah bencana. Sementara Kepala Badan Meteorologi Prancis Meteo France memberikan peringatan badai terhadap 11 distrik di Prancis selatan.

Air bah bukan cuma terjadi di Negeri Mode. Di berbagai belahan dunia lain, seperti Amerika Serikat, Cina, dan Taiwan pun demikian [baca: Banjir Melanda AS, Cina, dan Taiwan]. Bencana di ketiga negara itu dilaporkan telah menewaskan puluhan orang dan mengakibatkan ratusan rumah hancur.(MTA/Nurul Larasati)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya