Pelemahan IHSG Mulai Terkendali

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun tipis 1,586 poin (-0,04%) menjadi 4.169,827 pada penutupan perdagangan Jumat (23/8/2013).

oleh Nurseffi Dwi Wahyuni diperbarui 23 Agu 2013, 16:10 WIB
Menutup pekan ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun tipis 1,586 poin (-0,04%) menjadi 4.169,827 pada Jumat (23/8/2013).

Membuka perdagangan hari ini, IHSG langsung menguat menjadi 4.196,097 dan sempat menyentuh level tertinggi 4.239,880. Penguatan IHSG sejalan dengan menghijaunya bursa saham regional.

Namun tak lama setelah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengumumkan empat paket kebijakan ekonomi di Istana Negara, IHSG langsung memerah ke level terendah 4151,511. Setelah itu, IHSG mondar-mandir di zona hijau dan merah.

Menurut Kepala Riset Trust Securities Reza Pryambada, secara jangka menengah dan panjang, kebijakan ekonomi yang dirilis pemerintah sangat bagus. Empat kebijakan itu diambil pemerintah untuk mencegah memburuknya ekonomi Indonesia

"Tapi pelaku pasar maunya yang short term seperti apa," jelas Reza saat berbincang dengan Liputan6.com.

Pelemahan IHSG juga diikuti indeks 45 saham unggulan (LQ45) yang turun 0,04% ke level 689,256. Perdagangan saham hari ini mencapai nilai Rp 5,49 triliun dengan volume transaksi 4,96 miliar saham, dengan frekuensi 168.344 kali saham berpindah tangan.

Pelemahan indeks didorong turunnya harga saham dari 135 emiten, sementara 123 emiten menahan laju penurunan dan sisanya 82 emiten stagnan.

Hampir semua sektor tersungkur di zona merah dengan penurunan terbesar di sektor kontruksi, industri dasar, konsumer, dan manufaktur.

Sementara tiga sektor yang masih menguat yaitu pertambangan, perdagangan, keuangan dan infrastruktur.

Saham-saham yang menjadi pemberat IHSG yaitu harga saham PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) dan PT Nippon Indosari Corporindo Tbk (ROTI)

Saham-saham yang masih sanggup menguat yaitu harga saham PT Indo Tambang Megahraya Tbk (ITMG), PT Lippo General Insurance Tbk (LPGI), PT Duta Pertiwi Tbk (DUTI) dan PT Bayan Resource Tbk (BYAN). (Ndw)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya