Museum Sang Nila Utama Pekanbaru Telantar

Pemerintah Daerah Riau sudah lama menyetop dana operasional dan pemeliharaan untuk Museum Sang Nila Utama. Padahal, museum ini banyak menyimpan benda seni dan bersejarah tentang budaya Riau.

oleh Liputan6Diterbitkan 27 November 2003, 05:36 WIB
Liputan6.com, Pekanbaru: Museum Sang Nila Utama di Pekanbaru, Riau, terancam tutup karena kesulitan dana pemeliharaan. Padahal, museum ini banyak mengoleksi benda langka, antara lain Alquran kuno. Sayang, kondisi barang bersejarah tersebut juga kurang terawat. Menurut petugas museum ketika ditemui SCTV baru-baru ini, rusaknya koleksi museum karena Pemerintah Daerah Riau menghentikan alokasi dana perawatan.

Museum Sang Nila Utama terletak di Jalan Jenderal Sudirman, tidak terlampau jauh dari Bandar Udara Simpang Tiga. Bangunannya bergaya arsitektur tradisional Melayu. Museum itu terbuka untuk umum setiap hari. Pengunjung bisa melihat berbagai koleksi benda seni, sejarah, dan budaya daerah Riau. Hanya satu ruangan utama yang terkunci rapat. Di ruangan itu tersimpan empat buah Alquran kuno hasil tulisan tangan dalam sebuah kotak kaca. Sayang, SCTV tidak dapat mengambil gambarnya karena kunci ruangan terbawa karyawan yang pulang cepat, meski jam kantor belum usai.

Belakangan ini, antusiasme pengunjung memang terus berkurang. Alhasil para pegawai museum lebih banyak nganggur. Mereka datang pagi hari dan membersihkan benda koleksi ala kadarnya, kemudian pulang di tengah siang bolong. Kepada SCTV, sebagian pegawai mengaku tidak tahu hendak mengerjakan apa lagi, karena pengunjung juga jarang bertandang.

Perhatian pemerintah saat ini terbilang kurang terhadap kelestarian peninggalan sejarah bangsa. Banyak museum dan situs berharga yang rusak karena tak terawat. Hal ini amat disayangkan, sebab koleksi benda seni bisa menjadi pelajaran buat anak cucu di masa depan. Nasib senada juga dialami situs peninggalan Kerajaan Galuh Imbanagara. Benda-benda pusaka kerajaan yang menjadi cikal bakal Kabupaten Ciamis itu banyak disimpan secara perorangan dan tak terawat dengan semestinya [baca: Situs Bersejarah di Ciamis Tak Terawat].

Beberapa benda peninggalan Kerajaan Galuh Imbanagara kini disimpan R. Enggun Rakhmat, keturunan keluarga Kerajaan Galuh. Di rumahnya tersimpan beberapa keris, golok, dan tombak warisan kakeknya yang menjadi anggota penyusun peninggalan kerajaan tersebut. Ironisnya, hampir seluruh barang bersejarah tersebut dalam kondisi rusak.(KEN/Yusril Ardanis)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya