Meneropong Prospek Saham AMRT Usai Pengumuman MSCI

Analis menanggapi dampak saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) setelah pengumuman MSCI.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 17 Mei 2026, 15:00 WIB
Seorang pria melihat ponselnya di depan layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), yang anjlok signifikan selama pembukaan pasar, di gedung Bursa Efek Indonesia di Jakarta pada Rabu 13 Mei 2026. (BAY ISMOYO/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) telah mengumumkan hasil tinjauan indeks pasar Indonesia dalam MSCI May 2026 Index Review. Dalam pengumuman MSCI itu disebutkan saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) keluar dari indeks Global Standard dan pindah ke small cap atau MSCI Global Small Cap. Seiring hal itu bagaimana prospek saham AMRT ke depan di tengah sentimen MSCI?

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menuturkan, tekanan terhadap saham AMRT hanya jangka pendek. Ia menilai saham AMRT masih masuk daftar MSCI meski saham itu keluar dari indeks global standar dan pindah ke indeks small cap yang berlaku efektif 29 Mei 2026. Selain itu, kapitalisasi pasar saham AMRT yang cukup besar dinilai menjadi daya tarik untuk fund manager. Berdasarkan data RTI per 13 Mei 2026, kapitalisasi pasar saham AMRT sebesar Rp 58,76 triliun.

"Ini akan menarik minat fund manager untuk akumulasi beli karena biasanya fund manager melihat kapitalisasi pasar yang cukup bagus. AMRT hanya di-downgrade ke small cap,” kata Nafan saat dihubungi Liputan6.com.

Selain itu, Nafan melihat kinerja fundamental AMRT masih solid hingga kuartal pertama 2026. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk mencatat pendapatan tumbuh 7,5 persen menjadi Rp 35,24 triliun hingga kuartal pertama 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 32,77 triliun. Sementara itu, laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 12,7 persen menjadi Rp 1,07 triliun hingga kuartal pertama 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 975,11 miliar.

“Saya tekankan kinerja fundamental (AMRT-red) kuartal pertama memang termasuk solid, pendapatan tumbuh single digit secara persentafe, laba double digit. Ini membuktikan AMRT mampu mengelola biaya operasional di tengah tekanan inflasi,” kata dia.

Nafan juga melihat, prospek perseroan masih menarik dengan ekspansi yang dilakukan. Hal ini dengan menambah gerai pada 2026 termasuk menambah gerai di luar Jawa serta perseroan fokus ke digitalisasi melalui Alfa Gift sehingga meningkatkan loyalitas pelanggannya. “Secara jangka panjang, AMRT masih solid,” tutur Nafan.

Kinerja Kuartal I 2026

Ilustrasi laporan keuangan (Foto: Isaac Smith/Unsplash)

PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) mencatat kinerja keuangan positif sepanjang kuartal pertama 2026. Hal ini ditunjukkan dari pertumbuhan pendapatan dan laba hingga Maret 2026.

Mengutip laporan keuangan yang disampaikan di keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia Tbk (BEI), PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk mencetak pendapatan tumbuh 7,5 persen menjadi Rp 35,24 triliun hingga kuartal pertama 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 32,77 triliun. Sementara itu, laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 12,7 persen menjadi Rp 1,07 triliun hingga kuartal pertama 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 975,11 miliar.

Beban pokok pendapatan perseroan naik 7,66% menjadi Rp 27,56 triliun pada kuartal pertama 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 25,60 triliun. Laba bruto perseroan naik 7,06% menjadi Rp 7,67 triliun hingga kuartal pertama 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 7,16 triliun.

 

Aset Perseroan

Ilustrasi Laporan Keuangan atau Laba Rugi. Foto: Freepik/ pch.vector

Perseroan mencatat beban penjualan dan distribusi naik menjadi Rp 5,96 triliun dari periode sama tahun sebelumnya Rp 5,61 triliun. Beban umum dan administrasi naik menjadi Rp 574,94 miliar hingga kuartal pertama 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 570,88 miliar. Pendapatan lainnya bertambah menjadi Rp 339,26 miliar dari periode sama tahun sebelumnya Rp 307,76 miliar.

Laba usaha perseroan naik 14,5% menjadi Rp 1,44 triliun dari periode sama tahun sebelumnya Rp 1,26 triliun. Pendapatan keuangan bertambah menjadi Rp 49,31 miliar dari periode sama tahun sebelumnya Rp 41,24 miliar.

Perseroan mencatat laba per saham naik menjadi Rp 26,12 hingga Maret 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 23,48.

Total ekuitas perseroan naik menjadi Rp 19,90 triliun hingga kuartal pertama 2026 dari Desember 2025 sebesar Rp 19,38 triliun. Liabilitas perseroan naik menjadi Rp 25,90 triliun hingga Maret 2026 dari Desember 2025 sebesar Rp 23,1 triliun. Aset perseroan naik menjadi Rp 45,80 triliun hingga Maret 2026 dari Desember 2025 sebesar Rp 42,5 triliun. Perseroan kantongi kas dan setara kas Rp 6,2 triliun.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya