Menganalisis Kekuatan Liverpool Musim 2013/14

Ide, taktik, dan keputusan cemerlang Rodgers akan sangat dibutuhkan Liverpool untuk menuai hasil yang lebih baik di musim 2013/14.

oleh Liputan6Diterbitkan 16 Agustus 2013, 04:43 WIB
Liga Primer musim 2013/14 segera dimulai tepatnya pada 17 Agustus 2013. Ada 20 tim yang akan bersaing menjadi yang terbaik. Salah satunya adalah Liverpool yang pada musim lalu hanya menempati peringkat ketujuh.

Bagaimana peluang mereka di musim mendatang? Harapan tinggi disematkan fans pada tim besutan Brendan Rodgers tersebut. Finis di empat besar tetap dinilai sebagai target paling realistis dan wajib dicapai.

Bersama Rodgers, prestasi The Reds di liga pada 2012/13 sedikit mengalami kemajuan dibandingkan musim sebelumnya. Di musim 2011/12, mereka finis di peringkat kedelapan dengan 52 poin dan mencetak 47 gol.

Dari segi pengalaman pelatih, Liverpool punya sedikit keuntungan karena termasuk salah satu klub yang tidak mengalami pergantian manajer. Pengalaman dan kemampuan Rodgers jelas akan sangat berpengaruh.

Sejauh ini The Kop sudah mendatangkan empat pemain yaitu Simon Mignolet (kiper), Kolo Toure (bek tengah), Luis Alberto (gelandang serang, penyerang sayap) dan Iago Aspas (striker). Rodgers berencana mendatangkan dua atau tiga pemain lagi. Di atas kertas skuat mereka lebih lengkap dibandingkan musim lalu karena lebih aktif di bursa transfer.

Dengan skuat yang sudah ada, Rodgers sudah menyiapkan pelapis yang cukup setara di setiap posisi. Dari pos penjaga gawang, sudah mendatangkan Simon Mignolet yang tampil cukup bagus bersama Sunderland di musim lalu.

Di lini belakang, kedatangan Kolo Toure disiapkan sebagai pelapis Daniel Agger dan Martin Skrtel. Pensiunnya Jamie Carragher membuat Rodgers butuh pemain senior seperti Toure yang punya pengalaman bermain di level tertinggi.

Di sektor depan, Liverpool kali ini punya banyak stok pemain. Ada Daniel Sturridge, Luis Suarez dan Iago Aspas yang bisa ditempatkan sebagai penyerang utama. Lalu ada Fabio Borini dan Luis Alberto sebagai penyerang lubang. Masa depan Suarez memang harus segera diputuskan agar tidak mengganggu persiapan tim menghadapi musim baru.

Secara taktik permainan, pelatih 40 tahun itu punya skema lebih variatif dibandingkan manajer sebelumnya. Ada tiga formasi yang sering diterapkan. Saat melawan tim papan bawah, Rodgers memilih formasi 4-2-4 yang tentunya lebih mengutamakan penyerangan dengan menempatkan dua striker dan dua pemain sayap.

Saat bertemu tim yang kekuatannya seimbang maka Rodgers biasanya memasang formasi 4-2-3-1. Sedangkan saat menghadapi tim yang lebih kuat atau papan atas, maka formasinya menjadi lebih bertahan yaitu 4-5-1.

Perjuangan meraih sukses memang bukan sekadar masalah kerja keras tapi butuh waktu dan kesabaran. Bukan hal yang mudah tapi mungkin saja terwujud. Ide, taktik, dan keputusan cemerlang Rodgers akan sangat dibutuhkan Liverpool untuk menuai hasil yang lebih baik di musim 2013/14.(berbagai sumber)

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya