Liputan6.com, Sumenep: Ramadan di Madura punya cerita tersendiri. Di Pulau Garam itu, Kompleks Makam Raja-Raja Sumenep jadi primadona. Selama Bulan Puasa, peziarah terus bergiliran memadati pekuburan. Bahkan, pada masa Lailatul Qadar seperti sekarang ini, peziarah yang datang membludak. Mereka datang sejak siang hingga malam, baik perorangan maupun berkelompok.
Para peziarah berharap berzikir di masjid yang berada di dalam lingkungan pekuburan membuat mereka mendapatkan berkah. Pada sepuluh hari puasa yang terakhir ini, mereka juga berharap mendapatkan malam yang lebih baik dari seribu bulan itu dengan cara berzikir di Masjid Asta Tinggi.
Juru kunci Makam Asta Tinggi yang bernama ustad Kosim mengatakan, Makam Asta Tinggi yang berada di Kebon Agung, Sumenep, sudah ada sejak Abad ke-13 Masehi atau pada masa Raden Pulung Jiwo yang lebih dikenal sebagai pinisipuh daerah Sumenep. Namun, puncak ketenaran Asta Tinggi tercapai pada masa kepemimpinan Bindara Saot sekitar 1575. Bindara Saot adalah suami Roro Ayu Tirtonegoro, putri Pangeran Jimat yang bergelar Raden Rahmat.
Dari silsilah tersebut, tak heran jika Makam Asta Tinggi menjadi tujuan wisata religius. Selain para raja, pekuburan itu juga peristirahatan terakhir para aulia keturunan Raja Sumenep yang juga penyebar Islam di Madura.(SID/Mohammad Khodim)
Para peziarah berharap berzikir di masjid yang berada di dalam lingkungan pekuburan membuat mereka mendapatkan berkah. Pada sepuluh hari puasa yang terakhir ini, mereka juga berharap mendapatkan malam yang lebih baik dari seribu bulan itu dengan cara berzikir di Masjid Asta Tinggi.
Juru kunci Makam Asta Tinggi yang bernama ustad Kosim mengatakan, Makam Asta Tinggi yang berada di Kebon Agung, Sumenep, sudah ada sejak Abad ke-13 Masehi atau pada masa Raden Pulung Jiwo yang lebih dikenal sebagai pinisipuh daerah Sumenep. Namun, puncak ketenaran Asta Tinggi tercapai pada masa kepemimpinan Bindara Saot sekitar 1575. Bindara Saot adalah suami Roro Ayu Tirtonegoro, putri Pangeran Jimat yang bergelar Raden Rahmat.
Dari silsilah tersebut, tak heran jika Makam Asta Tinggi menjadi tujuan wisata religius. Selain para raja, pekuburan itu juga peristirahatan terakhir para aulia keturunan Raja Sumenep yang juga penyebar Islam di Madura.(SID/Mohammad Khodim)