Liputan6.com, Denpasar: Raja Puri Pemecutan Bali Anak Agung Ngurah Manik Parasara yang bergelar Ida Cokorda Pemecutan XI membunuh saudara tirinya, Anak Agung Ngurah Putu Paranacita, Selasa (11/11) malam. Peristiwa pembunuhan dipicu soal pembangunan tembok puri yang ditentang para saudara tiri raja.
Pembunuhan berawal saat rapat keluarga yang membahas pembangunan tembok berlangsung buntu karena bersikukuh pada pendirian masing-masing. Pembangunan tembok puri ini ditentang oleh beberapa saudara tiri karena terkesan raja ingin menguasai lingkungan puri. Padahal lingkungan puri bukan milik sang raja semata melainkan milik keluarga raja. Sebagai bentuk protes, para saudara tiri kemudian merobohkan secara paksa bangunan tembok pembatas.
Percekcokan kemudian menjurus pada kekerasan fisik yang berujung pada pemukulan putra Raja Pemecutan, Anak Agung Darma Negara. Melihat anaknya dipukul, raja berusaha membelanya. Raja Pemecutan sempat diinjak kepalanya dalam kolam ikan oleh saudara tirinya Anak Agung Ngurah Putu Paranacita. Merasa dihina Raja Pemecutan kemudian mengambil pedang dan menyabetkannya ke perut saudara tirinya itu. Akibatnya, usus korban terurai. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tak bisa ditolong. Polisi yang datang beberapa saat kemudian segera menangkap raja dan mengamankan barang bukti pedang.(YYT/Aris Wicaksono dan Putu Setiawan)
Pembunuhan berawal saat rapat keluarga yang membahas pembangunan tembok berlangsung buntu karena bersikukuh pada pendirian masing-masing. Pembangunan tembok puri ini ditentang oleh beberapa saudara tiri karena terkesan raja ingin menguasai lingkungan puri. Padahal lingkungan puri bukan milik sang raja semata melainkan milik keluarga raja. Sebagai bentuk protes, para saudara tiri kemudian merobohkan secara paksa bangunan tembok pembatas.
Percekcokan kemudian menjurus pada kekerasan fisik yang berujung pada pemukulan putra Raja Pemecutan, Anak Agung Darma Negara. Melihat anaknya dipukul, raja berusaha membelanya. Raja Pemecutan sempat diinjak kepalanya dalam kolam ikan oleh saudara tirinya Anak Agung Ngurah Putu Paranacita. Merasa dihina Raja Pemecutan kemudian mengambil pedang dan menyabetkannya ke perut saudara tirinya itu. Akibatnya, usus korban terurai. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tak bisa ditolong. Polisi yang datang beberapa saat kemudian segera menangkap raja dan mengamankan barang bukti pedang.(YYT/Aris Wicaksono dan Putu Setiawan)