Prabowo: Bung Karno Milik Seluruh Rakyat, Bukan Satu Partai

Prabowo juga belajar banyak hal dari sosok Muhammad Hatta dan Sutan Sjahrir.

oleh Lizsa EgehamDiterbitkan 16 Mei 2026, 13:51 WIB
Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas atau ratas melalui video conference dengan beberapa jajaran Kabinet Merah Putih membahas erupsi gunung Lewotobi Laki-Laki, Nusa Tenggara Timur (NTT). (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa Presiden pertama RI Soekarno atau Bung Karno bukan milik satu partai politik, melainkan semua rakyat Indonesia. Prabowo mengaku dirinya banyak mempelajari ajaran-ajaran Bung Karno.

"Percayalah semuanya, paham saya adalah paham pendiri bangsa kita ya. Jadi saudara-saudara, sebetulnya saya yang banyak belajar dari ajaran-ajaran Bung Karno," kata Prabowo saat peresmian Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).

"Jadi maaf, Bung Karno bukan milik satu partai. Bung Karno adalah milik seluruh rakyat Indonesia," sambungnya.

 

Kunci Indonesia Maju

Selain Bung Karno, dia menyampaikan para pendiri bangsa seperti Muhammad Hatta dan Sutan Sjahrir juga milik semua rakyat Indonesia. Prabowo menilai masyarakat Indonesia dapat mengambil semua kekuatan untuk menjadi negara maju.

"Kalau kita mau hebat, kalau kita mau maju. Jadi kita ambil kekuatan dari semua pihak, itu dahsyat Indonesia," ujarnya.

Di sisi lain, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia memiliki prinsip luar negeri politik bebas aktif dan non blok. Dia menuturkan Indonesia menghormati semua negara.

"Kita hormat dan kita tidak mau ada musuh. Makanya saya canangkan, begitu saya jadi presiden, politik luar negeri Indonesia adalah politik bebas aktif, non blok," jelas dia.

"Dan Indonesia ingin menjadi tetangga yang baik we want to be the good neighbors and all policy the good neighbors policy," imbuh Prabowo.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya