Penelitian baru menyebutkan kokain tidak hanya mengekang nafsu, juga dapat menekan kemampuan tubuh untuk menyimpan lemak. Kokain mencuri lemak tubuh dengan tidak sehat.
Para ilmuwan di University of Cambridge juga menemukan kokain dapat membantu melangsingkan tubuh, namun dapat menyebabkan kenaikan berat badan yang dramatis ketika berhenti menggunakannya.
Penemuan ini mendukung teori pengguna narkoba yang telah berhenti akan menjadi lebih bahagia dan membuat berat badan meningkat.
Behavioural and Clinical Neuroscience Institute di the University of Cambridge, Dr Karen Ersche membandingkan 30 orang dengan ketergantungan kokain dan 30 yang tidak.
Karen menemukan bahwa pengguna kokain tidak pilah pilih makanan, dibandingkan yang tidak ketergantungan yang sangat menjaga dan menghindari makanan berlemak dan karbohidrat.
Namun pengguna kokain tidak mengalami kenaikan berat badan. Tingkat nafsu makan mengendalikan hormon leptin dalam tubuh.
Dr Ersche mengatakan "Kami terkejut betapa sedikit lemak tubuh pengguna kokain walaupun mereka mengonsumsi makanan berlemak".
Seperti dikutip Dailymail, Senin (12/8/2013) penggunaan kokain dapat mengganggu proses metabolisme tubuh dengan mengurangi lemak yang diperlukan tubuh.
"Ini ketidakseimbangan antara asupan lemak dan penyimpanan lemak," ujarnya.
Peneliti mengharapkan pentingnya pengguna untuk lebih memahami efek kokain pada tubuh, pemulihan menjadi jalan yang terbaik.
Penelitian ini diterbitkan Agustus dalam jurnal ilmiah, Appetite. (Mia/Igw)
Para ilmuwan di University of Cambridge juga menemukan kokain dapat membantu melangsingkan tubuh, namun dapat menyebabkan kenaikan berat badan yang dramatis ketika berhenti menggunakannya.
Penemuan ini mendukung teori pengguna narkoba yang telah berhenti akan menjadi lebih bahagia dan membuat berat badan meningkat.
Behavioural and Clinical Neuroscience Institute di the University of Cambridge, Dr Karen Ersche membandingkan 30 orang dengan ketergantungan kokain dan 30 yang tidak.
Karen menemukan bahwa pengguna kokain tidak pilah pilih makanan, dibandingkan yang tidak ketergantungan yang sangat menjaga dan menghindari makanan berlemak dan karbohidrat.
Namun pengguna kokain tidak mengalami kenaikan berat badan. Tingkat nafsu makan mengendalikan hormon leptin dalam tubuh.
Dr Ersche mengatakan "Kami terkejut betapa sedikit lemak tubuh pengguna kokain walaupun mereka mengonsumsi makanan berlemak".
Seperti dikutip Dailymail, Senin (12/8/2013) penggunaan kokain dapat mengganggu proses metabolisme tubuh dengan mengurangi lemak yang diperlukan tubuh.
"Ini ketidakseimbangan antara asupan lemak dan penyimpanan lemak," ujarnya.
Peneliti mengharapkan pentingnya pengguna untuk lebih memahami efek kokain pada tubuh, pemulihan menjadi jalan yang terbaik.
Penelitian ini diterbitkan Agustus dalam jurnal ilmiah, Appetite. (Mia/Igw)