Berbagai tradisi menghiasi perayaan Lebaran. Salah satunya, adalah pecingan, atau membagi-bagikan uang kepada anak-anak di Brebes, Jawa Tengah.
Liputan 6 Malam SCTV, Jumat (9/8/2013), menayangkan, pada saat Lebaran yang paling ditunggu anak-anak di Brebes adalah Pecingan. Sebab mereka akan meraup pundi-pundi selama perayaan Lebaran dari saudara atau kerabat yang datang. Sebenarnya, tradisi pecingan sudah dikenal sejak puluhan tahun lalu di Brebes, dan terus lestari sampai sekarang.
Tradisi Lebaran yang tak kalah unik lainnya adalah menerbangkan balon di di dusun Paingan, desa Sendangsari, Kecamatan Pengasih, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Usai menuaikan salat Id, mereka menerbangkan balon udara setinggi 10 meter dan diameter 5 meter, dari halaman makam dusun, yang terletak di dusun itu.
Balon itu terbang dengan iringan tepuk tangan warga. Pita merah jambu dan ungu membuat balon tersebut semakin terlihat cantik di angkasa. Setelah itu warga menuju makam keluarga masing-masing untuk mengucap syukur dan mohon keselamatan.
Tradisi yang sudah berumur 11 tahun ini, berawal dari ide pemuda dusun Paingan untuk membuat pertunjukan menarik bagi masyarakat. Menerbangkan balon di tengah makam sebelum ziarah kubur ini, hanya dilakukan setahun sekali, khusus di hari pertama Lebaran, sebagai bentuk kebersamaan antarwarga dusun. (Yog/Mut)
Liputan 6 Malam SCTV, Jumat (9/8/2013), menayangkan, pada saat Lebaran yang paling ditunggu anak-anak di Brebes adalah Pecingan. Sebab mereka akan meraup pundi-pundi selama perayaan Lebaran dari saudara atau kerabat yang datang. Sebenarnya, tradisi pecingan sudah dikenal sejak puluhan tahun lalu di Brebes, dan terus lestari sampai sekarang.
Tradisi Lebaran yang tak kalah unik lainnya adalah menerbangkan balon di di dusun Paingan, desa Sendangsari, Kecamatan Pengasih, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Usai menuaikan salat Id, mereka menerbangkan balon udara setinggi 10 meter dan diameter 5 meter, dari halaman makam dusun, yang terletak di dusun itu.
Balon itu terbang dengan iringan tepuk tangan warga. Pita merah jambu dan ungu membuat balon tersebut semakin terlihat cantik di angkasa. Setelah itu warga menuju makam keluarga masing-masing untuk mengucap syukur dan mohon keselamatan.
Tradisi yang sudah berumur 11 tahun ini, berawal dari ide pemuda dusun Paingan untuk membuat pertunjukan menarik bagi masyarakat. Menerbangkan balon di tengah makam sebelum ziarah kubur ini, hanya dilakukan setahun sekali, khusus di hari pertama Lebaran, sebagai bentuk kebersamaan antarwarga dusun. (Yog/Mut)