PT Pertamina (Persero) memastikan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium saat musim mudik Lebaran tak terganggu insiden kebakaran pada pipa di Terminal BBM Lomanis, Jawa Tengah menuju Tasikmalaya Jawa Barat akibat aksi pencurian minyak.
Direktur Utama PT Pertamina Karen Agustiawan mengatakan, stok BBM jenis premium di Depo Tasikmalaya masih dalam kondisi aman.
Seusai insiden, pasokan premium dari terminal BBM Lomanis untuk sementara dihentikan. "Kami menyuntik yang untuk Ujung Berung dan Padalarang dari Cikampek dan Plumpang. Jadi Insya Allah semua aman," kata Karen saat berkunjung memantau kesiapan menyambut Idul Fitri di Depo BBM Plumpang, Jakarta, Rabu (31/7/2013).
Menurut Karen, masyarakat pelaku pencurian minyak kurang mengerti bahaya terhadap pencurian yang dilakukannya. Saat ini kebakaran di lokasi tersebut sudah dipadamkan sedang dalam proses pendinginan.
"Masyarakat yang lakukan ini tidak tahu akan bahaya mencuri produk. Daya flamable-nya lebih besar dari crude. Dan tentunya kalau misalnya sama seperti di Cilacap, kalau terbakar harus sampai habis dulu produknya. Yang dilakukan api memang sudah padam, tapi tetap harus lakukan pendinginan berhari-hari, sama seperti Cilacap," tegas dia.
Vice Presiden Corporate Communication PT Pertamina Ali Mundakir mengaku pihaknya sudah berhasil memadamkan kebakaran semalam pukul 22.40 wib. Saat ini pihaknya sedang melakukan pengecekan jalur pipa tersebut. (Pew/Nur)
Direktur Utama PT Pertamina Karen Agustiawan mengatakan, stok BBM jenis premium di Depo Tasikmalaya masih dalam kondisi aman.
Seusai insiden, pasokan premium dari terminal BBM Lomanis untuk sementara dihentikan. "Kami menyuntik yang untuk Ujung Berung dan Padalarang dari Cikampek dan Plumpang. Jadi Insya Allah semua aman," kata Karen saat berkunjung memantau kesiapan menyambut Idul Fitri di Depo BBM Plumpang, Jakarta, Rabu (31/7/2013).
Menurut Karen, masyarakat pelaku pencurian minyak kurang mengerti bahaya terhadap pencurian yang dilakukannya. Saat ini kebakaran di lokasi tersebut sudah dipadamkan sedang dalam proses pendinginan.
"Masyarakat yang lakukan ini tidak tahu akan bahaya mencuri produk. Daya flamable-nya lebih besar dari crude. Dan tentunya kalau misalnya sama seperti di Cilacap, kalau terbakar harus sampai habis dulu produknya. Yang dilakukan api memang sudah padam, tapi tetap harus lakukan pendinginan berhari-hari, sama seperti Cilacap," tegas dia.
Vice Presiden Corporate Communication PT Pertamina Ali Mundakir mengaku pihaknya sudah berhasil memadamkan kebakaran semalam pukul 22.40 wib. Saat ini pihaknya sedang melakukan pengecekan jalur pipa tersebut. (Pew/Nur)