Bukan Nikotin, Zat Ini Disebut Jadi Penyebab Utama Bahaya Rokok

Pendekatan pengurangan bahaya tembakau dapat menjadi opsi realistis bagi perokok dewasa untuk beralih dari rokok.

oleh Tim NewsDiterbitkan 12 Mei 2026, 08:56 WIB
Ilustrasi foto menunjukkan seorang pelanggan merokok elektrik di toko vape. (AFP Photo/Dante Diosina Jr)

Liputan6.com, Jakarta -

 

Potensi Manfaat Perokok Dewasa Beralih ke Tembakau Alternatif

Di Swedia, penggunaan luas produk bebas asap dikaitkan dengan rendahnya prevalensi perokok dan beban penyakit terkait rokok di Eropa. Sementara di Jepang, angka penjualan rokok terus menurun sejak produk tembakau alternatif mulai diperkenalkan pada 2016.

Penurunan prevalensi merokok juga tercatat di Amerika Serikat seiring meningkatnya penggunaan vaping di kalangan perokok dewasa. Adapun di Selandia Baru, dukungan pemerintah terhadap produk tembakau alternatif sejak 2018 disebut berkontribusi pada penurunan signifikan jumlah perokok, termasuk di kalangan Suku Maori.

Sejumlah penelitian internasional juga menunjukkan potensi manfaat bagi perokok dewasa yang beralih sepenuhnya ke produk tembakau alternatif.

Salah satunya kajian yang dipublikasikan jurnal The Lancet berjudul Functionally important respiratory symptoms and continued cigarette use versus e-cigarette switching: population assessment of tobacco and health study waves 2-6. Studi terhadap 5.653 perokok dewasa di Amerika Serikat itu menemukan adanya potensi perbaikan jangka pendek pada fungsi pernapasan bagi individu yang beralih sepenuhnya dari rokok ke rokok elektronik selama 30 hari.

“Temuan ini menunjukkan potensi manfaat kesehatan jangka pendek berupa perbaikan fungsi pernapasan dengan beralih sepenuhnya dari rokok ke rokok elektronik bagi para perokok dewasa,” demikian tertulis dalam laporan penelitian tersebut.

Temuan lain berasal dari riset E-Cigarette Use and Risk of Cardiovascular Disease: A Longitudinal Analysis of the PATH Study (2013-2019) yang dipublikasikan Jonathan B. Berlowitz dan tim pada 2022.

Penelitian itu menyebut pengguna rokok elektronik dalam jangka pendek dan menengah memiliki potensi risiko penyakit kardiovaskular yang rendah, mendekati kelompok non-pengguna. Dibandingkan perokok, pengguna rokok elektronik juga dikaitkan dengan potensi penurunan risiko penyakit kardiovaskular sebesar 30 hingga 40 persen.

“Kami tidak menemukan perbedaan signifikan terkait risiko penyakit kardiovaskular konsumen rokok elektronik dengan non-perokok dan non-konsumen rokok elektronik,” tulis laporan tersebut.

Sementara itu, Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC) tidak mengategorikan nikotin sebagai zat karsinogen penyebab kanker. Senada, Layanan Kesehatan Nasional Inggris (NHS) menyebut nikotin tidak mengandung zat kimia beracun seperti tar yang ditemukan dalam asap rokok hasil pembakaran tembakau.

NHS menegaskan sebagian besar bahaya merokok berasal dari zat kimia beracun yang muncul akibat proses pembakaran, bukan dari nikotin itu sendiri.

 
 
 
(Liputan6.com / Abdillah)

Tag Terkait

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya