BI Dorong Eksportir Ikutan Lelang FX Swap

BI terus melakukan berbagai bauran kebijakan untuk mengembalikan kestabilan nilai tukar mata uang rupiah.

oleh Ilyas Istianur PradityaDiterbitkan 19 Juli 2013, 19:06 WIB
Bank Indonesia (BI) hingga saat ini terus melakukan berbagai bauran kebijakan untuk mengembalikan kestabilan nilai tukar mata uang rupiah dan juga demi menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Salah satu langkah terbaru yang dilakukan BI adalah dengan menggelar lelang FX Swap pertama kalinya pada hari Kamis (18/7) kemarin.

Deputi Gubernur BI, Pery Warjiyo mengungkapkan ini merupakan salah satu instrumen lindung nilai yang akan menjadi instrumen alternatif para pemegang dolar.

"Ini adalah alat lindung nilai, kalau masih belum yakin bagaimana menghitung resiko nilai tukar ini ada lindung nilainya, jadi nggak usah khawatir dengan dollar Anda. Tanpa khawatir kursnya gerak kemana sudah ada swap pointnya, sudah ada perhitungannya," ujar dia di kompleks Bank Indonesia, Jum'at (19/7/2013)

Perry menambahkan dengan adanya PX Swap ini BI memberikan tenor antara lain mulai dari 1 bulan, 3 bulan, hingga 6 bulan.

"Para eksportir,pegusaha itu mereka memang punya dolar sekarang tapi itu butuh dolar. Nah masuk ke swap ini karena saat ini memang mereka menjual dolar lalu BI beli tapi sebulan yang akan datang lagi mereka akan dapat dolarnya lagi dan BI akan jual dolarnya itu. Ini kan esensi swap seperti itu," jelas Perry.

Ini merupakan bagian dari bauran kebijakan BI untuk mengamankan cadangan devisa dan nilai tukar rupiah yang saat ini masih di atas Rp 10 ribu per dolar Amerika Serikat.

"Justru itu timing kita setel pas banget, jadi policy memang sudah kita desain seperti itu, suku bunga kita naikkan, fasbinya kita naikkan, rupiahnya agak tetap, sehingga pada saat itu rupiah nilai tukarnya sudah merefleksikan kondisi pasar, this is a time, makanya kalau saya bilang turning poin itu adalah ini,"papar Perry.

Seperti yang diketahui, data terakhir pada lelang Fx Swap pertama dari target dana sebesar US$ 500 juta dengan tenor 1, 3, dan 6 bulan, BI melaporkan penawaran yang masuk mengalami kelebihan permintaan (poversubscubed) hingga US$ 1,24 miliar .

Dari jumlah penawaran tersebut, BI melaporkan FX Swap yang dimenangkan mencapai US$ 600 juta. (Yas/Nur))

Tag Terkait

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya