Tembus Level Psikologis, Nilai Tukar Rupiah Sentuh Rp 17.500 per Dolar AS

oleh Helmi FithriansyahDiterbitkan 12 Mei 2026, 17:50 WIB
Tembus Level Psikologis, Nilai Tukar Rupiah Sentuh Rp 17.500 per Dolar AS
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) kembali terpuruk pada perdagangan Selasa (12/5/2026). Rupiah ambruk hingga menembus level psikologis di Rp 17.500 per dolar AS. Ini menjadi titik pelemahan terdalam sepanjang sejarah perdagangan rupiah. Pelemahan ini lebih dalam jika dibandingkan titik terendah saat Krisis Moneter 1998 (Rp 16.650) dan masa pandemi Covid-19 (Rp 16.575). Tekanan terhadap rupiah terjadi di tengah meningkatnya ketidakpastian global, termasuk sentimen suku bunga tinggi di Amerika Serikat serta kekhawatiran pasar terhadap dinamika geopolitik internasional.
Seorang menghitung uang kertas Dolar AS di salah satu kantor penukaran uang, Jakarta, Selasa 12 Mei 2026. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) terpuruk pada perdagangan Selasa (12/5/2026). (BAY ISMOYO/AFP)
Rupiah ambruk hingga menembus level psikologis di Rp17.500 per dolar AS. Tampak dalam foto, seorang menghitung uang kertas Rupiah di salah satu kantor penukaran uang, Jakarta, Selasa 12 Mei 2026, di tengah depresiasi Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat. (BAY ISMOYO/AFP)
Ini menjadi titik pelemahan terdalam sepanjang sejarah perdagangan rupiah. Pelemahan ini lebih dalam jika dibandingkan titik terendah saat Krisis Moneter 1998 (Rp16.650) dan masa pandemi Covid-19 (Rp16.575). Tampak dalam foto, seorang menghitung uang kertas Rupiah di salah satu kantor penukaran uang, Jakarta, Selasa 12 Mei 2026, di tengah depresiasi Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat. (BAY ISMOYO/AFP)
Tekanan terhadap rupiah terjadi di tengah meningkatnya ketidakpastian global, termasuk sentimen suku bunga tinggi di Amerika Serikat serta kekhawatiran pasar terhadap dinamika geopolitik internasional. Tampak dalam foto, sebuah monitor menampilkan kurs jual dan beli Rupiah terhadap Dolar AS, saat seorang penukar uang melayani pelanggan (belakang) di Jakarta pada 12 Mei 2026. (BAY ISMOYO/AFP)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya