Gen Z dan Milenial Dominasi Pertumbuhan Tabungan Haji BSI

Kesadaran haji sejak dini meningkat, BSI catat 1,2 juta nasabah tabungan haji berasal dari usia 21-40 tahun. Generasi muda kini jadi motor pertumbuhan utama.

oleh Tira SantiaDiterbitkan 12 Mei 2026, 15:44 WIB
Nasabah menunggu di kantor cabang Bank Syariah Indonesia, Jakarta Selasa (2/2/2021). PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) resmi beroperasi dengan nama baru mulai 1 Februari 2021. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - PT Bank Syariah Indonesia (BSI) mencatat dominasi generasi muda dalam pertumbuhan nasabah tabungan haji. Nasabah berusia 21 hingga 40 tahun tercatat mencapai sekitar 1,2 juta nasabah tabungan haji.

"Kami juga melihat peran generasi muda yang semakin dominan, ini menarik karena nasabah tabungan haji usia 21 sampa 40 tahun itu terlihat mencapai 1,2 juta," kata Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo dalam Konferensi Pers Kinerja Kuartal I-2026 BSI, Selasa (12/5/2025).

Anggoro mengatakan komposisi usia muda yang terus meningkat menunjukkan adanya perubahan perilaku masyarakat dalam mempersiapkan ibadah haji maupun umroh sejak dini.

"Jadi, ini meningkatkan atau kita bisa lihat bahwa kesadaran masyarakat untuk ibadah sejak dini sudah mulai terlihat karena komposisi usia muda meningkat," ujarnya.

Selain itu, jumlah nasabah tabungan haji BSI juga terus mengalami pertumbuhan. Dari sekitar 4,9 juta nasabah pada 2023, jumlahnya meningkat menjadi 7,25 juta nasabah pada kuartal I-2026.

"Dari sisi haji, jumlah nasabah tabungan haji terus menunjukkan trend positif di BSI yaitu meningkat dari 4,9 juta di tahun 2023 menjadi 7,25 juta di kuartal I tahun ini," ujarnya.

Menariknya, kata Anggoro pertumbuhan ini didominasi oleh kalangan muda yaitu usia 21 sampai 40 tahun yang mencapai 12,8 juta dari basis nasabah.

"Jadi, ini kita melihat ini potensi yang besar untuk kita bisa garap. Dan pada kuartal I tahun ini penambahan nasabah juga paling besar dari kami adalah dari kelompok usaha produktif tersebut," ujarnya.

 

Pendaftar Haji dan Jamaah Umroh Terus Meningkat

Pekerja melayani nasabah di kantor cabang Bank Syariah Indonesia, Jakarta Selasa (2/2/2021). Dirut BSI Hery Gunardi menjelaskan bahwa integrasi tiga bank syariah BUMN yakni Bank BRI Syariah, BNI Syariah, dan Bank Syariah Mandiri telah dilaksanakan sejak Maret 2020. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Anggoro mengungkapkan jumlah pendaftar haji nasional mengalami pertumbuhan signifikan dalam dua tahun terakhir. Pada 2023 jumlah pendaftar haji tercatat sekitar 246 ribu orang, sementara pada tahun lalu meningkat menjadi 422 ribu orang.

Sementara itu, jumlah jamaah umroh juga menunjukkan tren kenaikan. Pada 2023 jumlah jamaah umroh mencapai sekitar 1,7 juta orang, sedangkan pada 2025 mendekati 2 juta jamaah atau sekitar 1,85 juta orang.

"Indonesia sebagai negara populasi muslim terbesar saat ini, 243 juta, memiliki potensi tentu saja yang sangat besar, tercermin dari pertumbuhan pendaftar haji di mana pada tahun 2023 itu 246 ribu, tahun lalu itu adalah 422 ribu, serta jamaah umroh 1,7 juta pada tahun 2023, di tahun 2025 hampir 2 juta yakni 1,85 juta," ujarnya.

 

BSI Fokus Perkuat Digital dan Ekosistem Haji-Umroh

Pekerja beraktivitas di kantor cabang Bank Syariah Indonesia, Jakarta Selasa (2/2/2021). Pada 27 Januari 2021, BSI telah mendapatkan persetujuan dari OJK ditandai dengan keluarnya Salinan Keputusan Dewan Komisioner OJK Nomor 4/KDK.03/2021. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Ke depan, BSI akan terus meningkatkan strategi untuk menangkap potensi pertumbuhan dari segmen generasi muda melalui inovasi produk dan penguatan layanan digital.

Anggoro menyebut segmen usia muda sangat membutuhkan layanan yang cepat, praktis, dan terintegrasi secara digital dalam merencanakan perjalanan ibadah mereka.

Oleh karena itu, perseroan akan memperkuat transformasi digital sekaligus memperluas ekosistem haji dan umroh yang terintegrasi.BSI juga melihat pengembangan ekosistem tersebut dapat mendorong pertumbuhan ekonomi syariah nasional secara berkelanjutan.

"Ke depan, terus BSI ke depan akan terus meningkatkan strategi untuk menangkap potensi generasi muda. Jadi kalau ditanya source of growth kita adalah setelah generasi muda yang tadi potensinya 21-40 tahun, melalui inovasi produk-produk dan peningkatan layanan digital. Karena segmen mereka ini tentu saja sangat butuh layanan digital. Dan penguatan ekosistem haji dan umroh yang terintegrasi," pungkasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya