Liputan6.com, Jakarta - Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya tiga pendaki di kawasan Gunung Dukono, Maluku Utara. Korban terdiri dari satu warga negara Indonesia dan dua warga negara Singapura.
Pernyataan itu disampaikan Vivian usai melakukan pertemuan bilateral di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri RI, Selasa (12/5/2026). Ia menyebut tragedi tersebut menjadi duka bagi kedua negara.
Advertisement
“Kami menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga korban,” kata Vivian.
Dalam kesempatan itu, Vivian juga memberikan apresiasi kepada tim pencarian dan penyelamatan Indonesia yang terlibat dalam proses evakuasi di kawasan gunung berapi aktif tersebut.
Menurut dia, lebih dari 150 personel SAR Indonesia diterjunkan dalam operasi pencarian dan penyelamatan yang berlangsung di tengah kondisi berbahaya akibat aktivitas vulkanik dan cuaca buruk.
Vivian mengatakan, para petugas menghadapi risiko besar selama proses evakuasi, termasuk ancaman erupsi gunung dan medan yang sulit dijangkau.
“Kami di Singapura mengikuti misi pencarian dan penyelamatan itu dan turut berharap serta berdoa untuk keselamatan tim SAR Indonesia,” ujarnya.
Ia menilai solidaritas yang ditunjukkan dalam operasi penyelamatan tersebut mencerminkan eratnya hubungan antara masyarakat Indonesia dan Singapura.
Menurut Vivian, aksi kemanusiaan yang dilakukan tim penyelamat Indonesia menunjukkan hubungan kedua negara tidak hanya terjalin di tingkat diplomatik, tetapi juga dalam kepedulian antarwarga di saat krisis.
“Keinginan untuk saling menjaga dan melindungi satu sama lain di masa sulit seperti ini benar-benar mencerminkan kedekatan hati antara rakyat Indonesia dan Singapura,” katanya.
Gunung Dukono merupakan salah satu gunung api aktif di Indonesia yang berada di Pulau Halmahera, Maluku Utara. Aktivitas vulkanik di kawasan tersebut kerap menjadi tantangan bagi pendaki maupun tim penyelamat yang bertugas di lapangan.