SMK Yapemda I Masih Diliburkan

Karangan bunga mengalir dari Menhub, Mendiknas, hingga Presiden RI. Kesedihan menyelimuti keluarga Tulus Eklas, guru yang ikut tewas. Sopir dan kernet trailer berbeda keterangan.

oleh Liputan6Diterbitkan 10 Oktober 2003, 14:51 WIB
Liputan6.com, Sleman: Sekolah Menengah Kejuruan Yayasan Pembina Generasi Muda (Yapemda) I Sleman, Yogyakarta, masih diliburkan hingga Jumat (10/10). Sementara itu, anggota keluarga 52 siswa yang tewas terbakar dalam tabrakan bus dan trailer di Situbondo, Jawa Timur, masih mendatangi sekolah. Mereka ingin informasi terbaru mengenai pemulangan jenazah anak-anak mereka.

Bendera setengah tiang sebagai tanda dukacita masih dikibarkan di halaman SMK Yapemda I Sleman [baca: Sebelas Jenazah Korban Kecelakaan Situbondo Diidentifikasi]. Sejumlah karangan bunga dukacita dari berbagai pihak terus mengalir ke sekolah. Karangan bunga antara lain datang dari beberapa sekolah, Menteri Perhubungan, Menteri Pendidikan Nasional, hingga Presiden RI.

Di sekolah beredar foto-foto rombongan siswa SMK Yapemda I Sleman dalam rangkaian studi banding di Bali. Sebagian foto tersebut diambil saat rombongan beristirahat dan menyempatkan diri berkunjung ke Tanah Lot, Bali. Foto bersama di depan bus, di Tanah Lot, dan beberapa tempat inilah yang sempat diabadikan sesaat sebelum peristiwa nahas yang merenggut 54 nyawa, termasuk dua guru.

Tragedi ini benar-benar memilukan. Para keluarga tak menyangka mendapat petaka ini. Kematian Tulus Eklas, guru SMK Yapemda I yang mendampingi para siswa studi banding ke Bali, meninggalkan duka mendalam bagi keluarganya. Apalagi, Tulus menemani para siswa menggantikan ketua yayasan yang sedang bertugas ke luar kota. Suasana pilu menyelimuti rumah keluarga Tulus di Dusun Kali Ajir, Kalitirto, Berbah, Sleman.

Singgih Wiratno, anak sulung Tulus, mengatakan, satu jam sebelum kejadian, ayahnya sempat memberi kabar. "Informasi terakhir, Rabu sore jam 21.00 WIB, sampai di Surabaya," kata Singgih. Dia menambahkan, Tulus yang juga pendiri sekolah tersebut, sudah pensiun pada 1989. Namun, ditarik lagi untuk mengajar di sekolah itu. Tulus sudah mengajar sejak 1970-an dan dan bertugas di beberapa tempat.

Istri Tulus, Nyonya Suharti mengatakan, sebelum berangkat, tidak seperti biasanya Tulus mau mengenakan pakaian yang disiapkan anaknya. Pihak keluarga tidak menyangka itulah upaya terakhir sang ayah untuk menyenangkan putra-putrinya.

Sementara itu, Kozin, sopir truk trailer yang menabrak Bus AO Transport mengaku tidak tahu-menahu penyebab kecelakaan. Menurut dia, saat kejadian, truk dikemudikan keneknya Iman Syafi`i. Sementara Kozin tertidur pulas di belakang jok kemudi. "Sudah biasa gantian kalau capek," kata Kozin.

Sementara Imam Syafi`i yang menyerahkan diri ke Markas Kepolisian Resor Situbondo, kemarin siang, berbelit-belit menjawab pertanyaan. Sebelumnya dia mengakui yang mengemudikan kendaraan itu saat kejadian. Namun, belakangan dia membantah. Dia juga mengatakan baru pertama kali menyetir trailer di jalan raya. Hal ini berbeda dengan keterangan Kozin yang mengatakan sering bergantian mengemudikan truk dengan Imam kalau dia kelelahan.

Kozin mengaku terjaga saat terjadi kecelakaan. Dia dan Imam berhasil keluar dari ruang kemudi melewati pintu bagian kanan. Setelah keluar, keduanya melihat bus terbakar dan meninggalkan lokasi ke arah Besuki, sejauh 15 kilometer dengan berjalan kaki. Setelah lalu lintas jalan Situbondo-Probolinggo dibuka, Kozin yang naik bus ke arah Surabaya sempat melihat bangkai truk trailer dan bus AO Transport. Setelah itu dia melapor ke perusahaannya di kawasan Brebes Industri dan menyerahkan diri ke Polda Jatim.(TNA/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya