Koper Jemaah Haji Indonesia Dibongkar di Bandara Jeddah Arab Saudi, Ini Penyebabnya

Petugas X-Ray di Bandara Internasional King Abdulaziz Jeddah, Arab Saudi menghentikan satu koper jemaah haji Indonesia.

oleh Asnida RianiDiterbitkan 12 Mei 2026, 11:30 WIB
Koper jemaah haji saat ditata di Bandara Jeddah, Arab Saudi, Senin 11 Mei 2026. (Dok. Media Center Haji 2026)

Liputan6.com, Jakarta - Petugas X-Ray di Bandara Internasional King Abdulaziz Jeddah, Arab Saudi menghentikan satu koper jemaah haji embarkasi Palembang setelah alat pemindai mendeteksi isi yang tidak lazim dalam jumlah besar.

Pemeriksaan lanjutan menunjukkan koper tersebut berisi sekitar lima kilogram tempe orek yang dibawa dari Indonesia.

"Petugas keamanan awalnya tidak dapat mengidentifikasi isi koper melalui layar X-Ray sehingga memutuskan melakukan pemeriksaan manual," ujar Tim Bagasi Bandara Jeddah Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Muhammad Riza Fahlevi pada tim Media Center Haji di Bandara Jeddah, Senin, 11 Mei 2026. Ia menjelaskan, petugas menemukan makanan olahan dalam jumlah yang dinilai tidak wajar untuk satu koper penumpang.

"Ternyata ada tempe orek berkilo-kilogram. Kami lalu menjelaskan pada petugasnya bahwa itu makanan," kata Riza.

Setelah petugas memberi penjelasan, pihak bandara mengizinkan koper tersebut kembali dibawa oleh jemaah. Namun, Riza mencatat kejadian serupa juga muncul pada koper lain yang berisi minyak zaitun dengan kemasan berlapis lakban tebal sehingga menimbulkan kecurigaan petugas X-Ray.

"Kemasan itu yang membuat petugas X-Ray curiga dan meminta pembongkaran," ucap Riza.

 

Jemaah Haji Indonesia Diminta Hindari Bawa Makanan Berlebihan

Petugas mengecek koper bawaan calon jemaah haji Embarkasi Jakarta di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Selasa (23/5/2023). (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Riza meminta jemaah haji Indonesia menghindari membawa makanan dalam jumlah berlebihan, serta mengemas barang dengan cara yang dapat memicu pemeriksaan ulang.

"Proses pembongkaran ini bisa menghambat distribusi koper jemaah lainnya dari bandara ke hotel," kata dia.

Kemudian, Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara, Abdul Basir menjelaskan, alur penanganan bagasi jemaah berbeda antara Bandara Madinah dan Jeddah.

Di Madinah, koper jemaah langsung masuk ke fasilitas kargo khusus, sedangkan di Jeddah tidak tersedia fasilitas serupa sehingga diperlukan petugas penghubung di lapangan.

"Petugas penghubung ini untuk mengetahui area mana bagasi jemaah akan di-drop," ucap Abdul Basir.

Ia menambahkan, petugas haji melakukan pemeriksaan akhir untuk memastikan kondisi koper tetap aman sebelum dikirim ke Makkah. Setelah proses tersebut, seluruh bagasi diangkut menggunakan truk kontainer oleh pihak syarikah menuju hotel jemaah.

Selain itu, petugas bandara memperketat pemantauan terhadap barang-barang berkemasan rapat atau tidak transparan karena sering memicu pemeriksaan tambahan. Otoritas bandara juga mengingatkan bahwa pemeriksaan ulang dapat memperpanjang waktu tunggu bagasi di area kedatangan.

Infografis Rangkaian Ibadah Haji 2026. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya