Harga Emas Pegadaian Hari Ini: Antam, UBS, dan Galeri24 Kompak Turun!

Harga emas pegadaian hari ini terpantau merosot. Emas Antam kini dibanderol Rp 2.918.000 per gram, sementara UBS dan Galeri24 juga mengalami koreksi.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 12 Mei 2026, 08:40 WIB
Dalam dua hari terakhir, harga emas baik produksi Antam, UBS maupun Galeri24 yang dijual di Pegadaian mengalami penurunan. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas yang dijual oleh PT Pegadaian (Persero) kompak turun pada hari ini, Selasa (12/5/2026). Penurunan harga emas Pegadaian ini untuk tiga jenis emas batangan yang dijual yaitu UBS, Antam, dan Galeri24.

Mengutip laman Sahabat Pegadaian, harga emas jenis UBS turun menjadi  Rp 2.862.000 per gram dari harga kemarin di angka Rp 2.891.000 per gram. Untik harga emas Antam juga turun menjadi Rp 2.918.000 per gram dari Rp 2.953.000 per gram. 

Sedangkan untuk harga emas Galeri24 turun menjadi Rp 2.814.000 per gram dari sebelumnya Rp 2.836.000 per gram. 

Untuk Galeri24 dijual dengan kuantitas 0,5 gram hingga 1.000 gram atau 1 kilogram, emas UBS dijual dengan kuantitas 0,5 gram hingga 500 gram, sementara harga emas Antam di Sahabat Pegadaian hanya ditampilkan dari 0,5 hingga 100 gram.

Daftar lengkap harga emas Pegadaian:

Galeri24

  • 0,5 gram: Rp 1.476.000
  • 1 gram: Rp 2.814.000
  • 2 gram: Rp 5.560.000
  • 5 gram: Rp 13.799.000
  • 10 gram: Rp 27.524.000
  • 25 gram: Rp 68.440.000
  • 50 gram: Rp 136.771.000
  • 100 gram: Rp 273.408.000
  • 250 gram: Rp 681.840.000
  • 500 gram: Rp 1.363.678.000
  • 1.000 gram: Rp 2.727.354.000

Antam

  • 0,5 gram: Rp 1.512.000
  • 1 gram: Rp 2.918.000
  • 2 gram: Rp 5.774.000
  • 3 gram: Rp 8.634.000
  • 5 gram: Rp 14.356.000
  • 10 gram: Rp 28.654.000
  • 25 gram: Rp 71.506.000
  • 50 gram: Rp 142.929.000
  • 100 gram: Rp 285.776.000

UBS

  • 0,5 gram: Rp 1.547.000
  • 1 gram: Rp 2.862.000
  • 2 gram: Rp 5.681.000
  • 5 gram: Rp 14.037.000
  • 10 gram: Rp 27.926.000
  • 25 gram: Rp 69.678.000
  • 50 gram: Rp 139.068.000
  • 100 gram: Rp 278.028.000
  • 250 gram: Rp 694.863.000
  • 500 gram: Rp 1.388.096.000.

Harga Emas Rebound, Investor Akumulasi Perlahan

Ilustrasi harga emas dunia hari ini (Foto By AI)

Harga emas dunia kembali menguat tipis pada perdagangan Senin setelah bergerak volatil sepanjang sesi. Investor kini mencermati perkembangan hubungan Amerika Serikat (AS) dan Iran, sekaligus menunggu rilis data inflasi AS yang akan keluar pekan ini.

Mengutip CNBC, Selasa (12/5/2026), harga emas di pasar spot tercatat naik 0,1% menjadi USD 4.717,38 per ounce, setelah sebelumnya sempat turun lebih dari 1% di awal perdagangan. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS relatif stabil di level USD 4.727,80 per ounce.

Analis pasar dari American Gold Exchange, Jim Wyckoff, mengatakan penguatan emas saat ini didorong aksi beli saat harga turun dan strategi investor menjelang rilis data ekonomi penting dari AS.

“Ada aksi bargain hunting dan penyesuaian posisi menjelang data inflasi AS pekan ini,” ujar Wyckoff.

Pelaku pasar saat ini menyoroti data Consumer Price Index (CPI) AS yang dijadwalkan rilis pada Selasa waktu setempat. Setelah itu, pasar juga menunggu data Producer Price Index (PPI) yang akan diumumkan Rabu.

Di sisi geopolitik, ketegangan antara AS dan Iran masih menjadi perhatian utama investor global. Presiden AS Donald Trump menolak respons Iran terhadap proposal perdamaian yang diajukan AS. Kondisi ini memicu kekhawatiran bahwa konflik yang telah berlangsung selama 10 minggu itu akan terus berkepanjangan.

Pasar juga khawatir konflik tersebut dapat mengganggu jalur pelayaran di Selat Hormuz, yang menjadi salah satu jalur distribusi minyak paling penting di dunia. Kekhawatiran ini turut mendorong kenaikan harga minyak dunia.

Trump bahkan mengatakan pada Senin bahwa gencatan senjata antara kedua negara kini berada dalam kondisi “life support” atau di ambang kegagalan.

Risiko Inflasi

Ilustrasi harga emas dunia hari ini (Foto By AI)

Senior Market Strategist RJO Futures, Daniel Pavilonis, mengatakan pasar saat ini fokus terhadap kemungkinan pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Menurut dia, investor mulai memperhitungkan dampak yang lebih luas dari kenaikan harga energi terhadap ekonomi global.

“Pasar sangat fokus terhadap Selat Hormuz, terutama apakah jalur itu akan dibuka kembali, dan mulai mencerna dampak lebih luas dari kenaikan harga energi,” kata Pavilonis.

Di sisi lain, sejumlah perusahaan broker global mulai memangkas ekspektasi pemangkasan suku bunga AS tahun ini. Sebagian analis kini memperkirakan bank sentral AS atau The Fed hanya akan memangkas suku bunga secara terbatas, bahkan ada yang memperkirakan tidak ada pemotongan suku bunga sama sekali pada 2026.

Risiko inflasi yang masih tinggi serta sikap hati-hati pejabat bank sentral menjadi alasan utama perubahan proyeksi tersebut.

Kondisi suku bunga tinggi biasanya menjadi tekanan bagi harga emas. Meski dikenal sebagai aset safe haven, emas tidak memberikan imbal hasil bunga sehingga menjadi kurang menarik saat suku bunga meningkat.

Selain itu, pasar juga menyoroti kunjungan dua hari Donald Trump ke China pekan ini. Dalam lawatan tersebut, Trump dijadwalkan bertemu Presiden China Xi Jinping untuk membahas sejumlah isu penting seperti Iran, Taiwan, kecerdasan buatan, hingga senjata nuklir.

   

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya