Karhutla Jadi Penyakit Tahunan, Hanura Desak Tindakan Tegas

Karhutla telah menjadi penyakit tahunan yang kerap terjadi pada periode Agustus hingga Oktober.

oleh Liputan6.comDiterbitkan 25 Agustus 2025, 07:16 WIB
Wakil Ketua Umum Partai Hanura, Patrice Rio Capella (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Hanura, Patrice Rio Capella, mendorong tindakan tegas terhadap para pelaku kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.

Rio menilai karhutla telah menjadi penyakit tahunan yang kerap terjadi pada periode Agustus hingga Oktober. Karenanya, dia berharap hal tersebut dapat diantisipasi lebih awal.

"Hampir setiap tahun terjadi karhutla, tinggal besar atau kecil. Harusnya, itu bisa diantisipasi oleh Pemerintah Daerah, masyarakat, maupun Pemerintah Pusat," ujarnya usai memimpin Konsolidasi dan Rapat Teknis Tim Task Force DPP Hanura tingkat DPC se-Provinsi Kalimantan Tengah di Hotel M Bahalap, Palangka Raya, Senin (24/8).

Sebagai informasi, Konsolidasi dan Rapat Teknis Tim Task Force DPP Hanura turut dihadiri Sekretaris Tim Task Force Hanurani Prajanto, Bendahara Task Force Indah Sri Rezeki, serta dua anggota Task Force, Yossie Indra Pramana dan Ratna Ester Lumban Tobing. Kegiatan tersebut juga dihadiri Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Hanura Kalimantan Tengah (Kalteng) Heriadi, serta jajaran pengurus DPD dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Hanura se-Provinsi Kalteng.

Ketua Tim Task Force DPP Hanura itu mengaku prihatin karhutla di Indonesia kerap berdampak terhadap negara tetangga. Bahkan, asap karhutla menyebabkan sejumlah sekolah di Malaysia diliburkan.

"Selain menjadi isu nasional, sebanyak 15 sekolah di Malaysia diliburkan karena asap karhutla. Menurut saya, ketika hal ini terus terjadi, ini bisa menggambarkan wajah Indonesia di luar negeri," jelasnya.

Sebab itu, Rio meminta Pemerintah melakukan langkah pencegahan lebih serius agar karhutla tak lagi menjadi persoalan tahunan. Dia juga meminta masyarakat turut menjaga lingkungan serta tidak melakukan pembakaran yang berpotensi memicu kebakaran.

"Kalau penyebabnya berasal dari pengusaha hutan, Presiden harus memberikan sanksi keras terhadap para pelaku karhutla. Kalau mereka melakukan itu dan terbukti untuk kepentingan korporasi, mereka pantas diberi tindakan tegas," cetusnya.

Lebih lanjut, Rio menengarai sejumlah faktor yang memicu karhutla, mulai dari kondisi kemarau hingga pembakaran yang dilakukan secara sengaja untuk membuka atau membersihkan lahan.

"Kalau itu terjadi dan Pemerintah menemukan pelaku pembakaran, kami mendukung Presiden Prabowo mengambil tindakan tegas terhadap pelaku karhutla yang merugikan negeri ini, merugikan bangsa ini, dan merugikan masyarakat Kalimantan," ucapnya.

Rio meminta langkah penindakan tidak berhenti pada pernyataan, melainkan benar-benar diwujudkan melalui proses hukum dan pencegahan di lapangan.

"Yang paling penting sekarang, masyarakat menunggu apakah ada tindakan keras terhadap pelaku karhutla atau tidak. Jangan sampai, Presiden menyatakan akan mengambil tindakan tegas, tapi setelah selesai tindakan tegasnya tidak ada," pungkas Rio.

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya