Zulhas: Di Mana-Mana Ada Sampah, Presiden Risau

Saat ini Pemerintah sedang menangani permasalahan sampah di 71 kota dari 22 aglomerasi yang darurat persoalan sampah.

oleh Tim NewsDiterbitkan 10 Mei 2026, 23:30 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Liputan6.com/Immanuel Christian)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan bahwa persoalan sampah yang tak kunjung selesai menjadi kerisauan Presiden Prabowo Subianto karena permasalahan tersebut sudah menahun.

"Permasalahan sampah menjadi kerisauan yang mendalam bagi Bapak Presiden. Di mana-mana ada sampah, Presiden risau kalau mau menjadi bangsa yang hebat dan maju, masa mengelola sampah saja tidak bisa," kata Zulhas saat memberi sambutan pada acara Gerakan Pilah Sampah sekaligus pencanangan HUT ke-499 Kota Jakarta di kawasan Rasuna Said, Jakarta, Minggu (10/5) seperti dilansir Antara.

Menurut dia, teknologi untuk pengelolaan sampah sudah begitu banyak dan beragam, namun untuk menggunakan teknologi tersebut sulit diterapkan karena banyaknya aturan.

Ia mengatakan bahwa selama 11 tahun, hanya ada dua proyek pengelolaan sampah menggunakan teknologi terkini yang mendapatkan izin. Dari dua itu, satu tidak bisa jalan dan satunya kadang, jalan terkadang tidak.

Zulhas menyebutkan bahwa kondisi itu dikarenakan rumit dan panjangnya perizinan untuk mendirikan pengolahan sampah.

 

Perpres

"Kita merumuskan ada aturan yang begitu panjang, kalau menyelesaikan satu persoalan sampah itu terlalu panjang. Karena itu terbitlah Perpres (Peraturan Presiden) No 109 tahun 2025 untuk memangkas perizinan," ujarnya.

Zulhas menambahkan bahwa saat ini Pemerintah sedang menangani permasalahan sampah di 71 kota dari 22 aglomerasi yang darurat persoalan sampah. Bahkan, ada beberapa daerah yang masuk kategori darurat sampah, seperti di Bantargebang, Tangerang Selatan, Bandung, dan sejumlah kota lainnya.

"Yang darurat seperti Bantargebang, Bandung, Tangsel, kita akan selesaikan pada 2028," kata Zulhas.

 

Jakarta Menuju 5 Abad, Pramono Luncurkan Gerakan Pilah Sampah

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung resmi membuka Pencanangan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta di Plaza Festival Pedestrian, Jalan H.R. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (10/5/2026) pagi. Dalam kesempatan tersebut, dia juga mendeklarasikan Gerakan Pilah Sampah bertema "Menuju 5 Abad, Jaga Jakarta Bersih".

“Pencanangan HUT ke-499 sengaja diadakan di tempat ini sebagai bagian untuk menunjukkan kepada masyarakat Jakarta bahwa Jakarta saat ini sedang berbenah. Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024, Jakarta menjadi kota global dan pusat perekonomian nasional, serta hingga hari ini masih menyandang status sebagai Ibu Kota Negara Republik Indonesia,” ujar Pramono dalam sambutannya.

Menurut Pramono, pembangunan Jakarta tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri. Ia menilai persoalan sampah membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Melalui Gerakan Pilah Sampah, Pramono mengajak warga mulai memilah sampah dari rumah guna membantu mengurangi beban tempat pembuangan akhir.

“Maka hari ini, sesuai instruksi gubernur, kita akan mengadakan gerakan pilah sampah. Saya yakin, di bawah arahan Menteri Lingkungan Hidup dan Menko Pangan, gerakan ini bisa dijalankan secara sungguh-sungguh. Semoga ini menjadi gerakan baru di Jakarta dan persoalan sampah yang selama ini belum terselesaikan dapat diatasi,” tegasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya