Terlalu! Politisi Italia Sebut Menteri Perempuan Mirip Orangutan

Cecile Kyenge adalah menteri keturunan Afrika pertama yang berhasil duduk di kabinet Italia.

oleh Elin Yunita KristantiDiterbitkan 15 Juli 2013, 12:27 WIB
Senator senior Italia dipaksa untuk minta maaf, bahkan mundur dari jabatannya yang mentereng di Senat, setelah mengeluarkan kata-kata yang sama sekali tak pantas dan berbau rasial.

Roberto Calderoli, nama politisi dari Liga Utara anti-imigrasi itu, mengatakan menteri keturunan Afrika di negaranya mengingatkannya pada orangutan. Tak sopan!

Seperti dimuat BBC, Senin (15/7/2013), sasaran ejekannya itu adalah Menteri Integrasi Cecile Kyenge, yang dikritik mendorong "imigran gelap" untuk datang ke Italia. Bu Menteri adalah warga negara Italia yang lahir di Republik Demokratik Kongo.

"Aku penyayang binatang, beruang dan serigala, semua orang tahu itu. Tapi ketika melihat foto Kyenge, aku tak bisa tidak berpikir -- meski aku tak mengatakan dia adalah salah satunya lho... -- dia mirip dengan gambaran orangutan," kata dia dalam pidatonya di depan massa di kota utara Treviso, Sabtu lalu.

Ia juga menyebut Cecile Kyenge, "seharusnya menjadi menteri di negaranya sendiri."

Kata-kata yang disampaikan Calderoli menuai kritik keras di media sosial, juga dari para pemimpin politik.

Bahkan Perdana Menteri Enrico Letta merasa harus angkat bicara. Ia menyebut, komentar tersebut, sudah melampaui batas. "Itu sudah kelewat batas! Solidaritas penuh dan dukungan untuk Cecile. Teruskan pekerjaan Anda dan kita semua," kata PM Letta seperti dimuat Huffington Post.

Awalnya Calderoli menawarkan maaf -- untuk memenuhi tuntutan, meski bersikukuh kata-kata kasarnya adalah bagian dari perdebatan luas tentang isu imigrasi.

Namun, Minggu malam, Calderoli mengaku pada kantor berita Italia, Ansa, bahwa ia telah menghubungi Cecile Kyenge, meminta maaf secara langsung.

"Aku tidak bermaksud menyinggung dan jika Menteri Kyenge tersinggung, saya minta maaf, tapi komentar saya disampaikan dalam pidato politik untuk mengkritik menteri dan kebijakan-kebijakannya secara lebih luas," katanya.

Kyenge belum membuat pernyataan resmi, tapi ia mengatakan kepada kantor berita AGI, Calderoli harus merenungkan bagaimana ia ingin tampil mewakili Italia sebagai anggota senior Senat.

"Refleksikan apa yang Anda inginkan melalui pilihan bahasa Anda," kata Sang Menteri, tak menunjuk langsung hidung Calderoli.

Tapi, masih ada kata-kata yang lebih kejam dari pernyataan Calderoli. Liga Utara telah mengusir seorang politisi lokal yang menyarankan di akun Facebook-nya -- kata-kata yang bahkan tak pantas dimuat dalam berita.

Anggota Liga Utara dari Parlemen Eropa juga diusir dari partainya setelah mengatakan bahwa Bu Menteri Kyenge ingin memaksakan "tradisi suku" di Italia dan anggota pemerintahan "bonga-bonga" -- plesetan dari istilah "bunga-bunga" yang merujuk pada pesta pora gila-gilaan mantan PM Silvio Berlusconi.

Padahal tak mudah bagi Cecile Kyenge untuk mencapai jabatan menteri. Dia adalah seorang dokter kelahiran Kongo yang telah tinggal di Italia sejak tahun 1983. Menapak tangga politik dari bawah, usahanya membuat seorang keturunan Afrika bisa duduk di kabinet Italia.

Calderoli yang Ofensif

Ini bukan kali pertama Calderoli berulah. Pria yang dua kali menjabat di kabinet Berlusconi dikenal sering berlaku ofensif.

Pada tahun 2006, ia terpaksa mengundurkan diri sebagai menteri reformasi setelah menampilkan kaus yang dianggap menghina Nabi Muhammad saat siaran berita negara.

Kemudian pada tahun yang sama, setelah Italia memenangkan ajang sepak bola Piala Dunia, ia membuat komentar rasis tentang tim Prancis. "Sementara Italia telah memenangi piala dengan etnis Italia, Prancis kalah karena pemainnya adalah "negro, muslim, dan komunis".

Kali ini dia juga kembali kena batunya, sejumlah politisi, termasuk koleganya satu partai, menuntutnya mundur sebagai wakil ketua Senat. (Ein/Sss)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya