Cara Rutan Muntok Bersih dari Penggunaan Handphone, Narkoba hingga Pungli dari Balik Jeruji

Puluhan petugas Rutan Kelas IIB Muntok perang terbuka terhadap Handphone, Pungli, dan Narkoba atau yang akrab disebut Halinar.

oleh Liputan6.comDiterbitkan 08 Mei 2026, 18:40 WIB
Puluhan petugas berseragam biru tua berbaris di Aula Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Muntok, Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung. (Istimewa)

Liputan6.com, Bangka Barat - Matahari belum terlalu tinggi di langit Bangka Barat, ketika puluhan petugas berseragam biru tua berbaris di Aula Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Muntok, Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung, Jumat pagi (8/5/2026). Di depan mereka, secarik kertas bertajuk 'Ikrar Bersama' menunggu untuk ditandatangani.

Agendanya yaitu menyatakan perang terbuka terhadap Handphone, Pungli, dan Narkoba atau yang akrab disebut Halinar. Namun, bagi Kepala Rutan Muntok Andri Ferly, pemberantasan Halinar bukan sekadar urusan membubuhkan tinta di atas meterai.

"Integritas petugas adalah kuncinya. Tanpa integritas, secanggih apa pun razia, celah itu akan selalu dicari oleh warga binaan," ujar Ferly di balik tembok setinggi empat meter yang dipagari kawat berduri itu, tantangan selalu mengintai dalam sunyi, Jumat (8/5/2026).

Menurut dia, membersihkan halinar di Rutan ibarat menyapu lantai di tengah badai debu. Ferly mengatakan, overcapacity atau kelebihan muatan sering kali menjadi titik lemah pengawasan.

"Dengan jumlah petugas yang terbatas, mereka menjaga ratusan pasang mata agar tetap patuh adalah kerja keras yang menguras keringat dan pikiran. Ini soal menjaga marwah pemasyarakatan. Kami ingin lingkungan rutan benar-benar steril," ucap dia.

 

Dibantu Personel Gabungan Lainnya

Namun, kali ini Ferly dan pasukannya tak bekerja sendiri. Mereka dibantu sejumlah personel dari Polsek dan Koramil Mentok. Razia gabungan yang menyisir kamar-kamar hunian menjadi babak lanjutan usai ikrar diucapkan.

Petugas memeriksa kolong tempat tidur, ventilasi, hingga lipatan pakaian warga binaan. Baginya, sinergi dengan Aparat Penegak Hukum (APH) adalah cara untuk memastikan pengawasan tetap objektif.

"Kegiatan ini momentum penguatan. Kami ingin masyarakat tahu bahwa kami serius," ucap Ferly.

Sementara itu, Kepala Pengamanan Rutan Muntok Alex menegaskan, tidak ada 'zona nyaman' bagi pelanggar.

"Kami tindak tegas. Tidak ada ruang negosiasi untuk narkoba dan alat komunikasi ilegal," tegas Alex.

Saat razia berakhir siang itu, aula kembali sepi. Namun, bagi Ferly dan jajarannya, perang sesungguhnya justru baru dimulai saat pintu sel dikunci kembali dan malam mulai merayap.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya